Thursday, 22-02-2024
Pendidikan

Putuh Suastini Raih Gelar Doktor Kajian Budaya FIB Unud

Foto: Kaji Ideologi dibalik praktik pemungutan Pajak Penghasilan, Dosen Universitas Ngurah Rai Bali Raih Gelar Doktor, Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud, Jumat (16/6/2023). (BB/FIB/Unud)

Denpasar | barometerbali – Program Studi Doktor Kajian Budaya FIB Unud kembali melahirkan doktor baru. Ni Luh Putu Suastini, S.E., M.Si., dosen Universitas Ngurah Rai, Bali meraih gelar doktor Kajian Budaya setelah dinyatakan lulus dari ujian terbuka di kampus FIB Unud Denpasar, pada Jumat (16/6/2023).

Ni Luh Putu Suastini, S.E., M.Si., dinyatakan lulus setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Ideologi di Balik Praktik Pemungutan Pajak Penghasilan dengan Sistem Self Assessment di Kabupaten Badung Bali” lewat sidang terbuka yang berlangsung di Ruang Soekarno kampus setempat.

“Saya dinyatakan lulus sebagai doktor ke-272 Prodi Doktor Kajian Budaya dan sebagai yang ke-191 di FIB Unud,” ungkapnya.

Ujian terbuka dipimpin oleh Korprodi S3 Kajian Budaya Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., dengan dewan penguji terdiri dari Prof. Dr. I Wayan Cika, M.S. (Promotor), Dr. I Putu Gde Sukaatmadja, SE, M.P. (Kopromotor 1), Dr. I Wayan Suwena, M. Hum. (Kopromotor 2), Prof. Dr. A.A. Ngurah Anom Kumbara, M.A., Dr. Ni Made Wiasti, M. Hum., Dr. I Wayan Tagel Eddy, M.S., dan penguji luar Dr. Gede Wirata, S. Sos., S.H., MAP.

Dalam presentasinya atas disertasi berjudul “Ideologi di Balik Praktik Pemungutan Pajak Penghasilan dengan Sistem Self Assessment di Kabupaten Badung Bali”, promovenda Suastini menyampaikan Indonesia telah mereformasi sistem perpajakannya dari sistem official assessment, yaitu suatu sistem pemungutan yang memberi wewenang kepada pemerintah (fiscus) untuk menentukan besarnya pajak yang diterima oleh wajib pajak menjadi sistem self assessment, yaitu sistem pemungutan yang memberi wewenang kepada wajib pajak untuk menentukan sendiri besarnya pajak yang terutang.

“Alasan pemerintah mengganti sistem official menjadi sistem self assessment karena pada waktu menggunakan sistem official ternyata wajib pajak kurang patuh, sehingga dengan penerapan sistem self assessment diharapkan kepatuhan wajib pajak meningkat,” ujar Suastini.

Dalam sambutannya, promotor Prof. I Wayan Cika menyampaikan pujian atas kerja keras promovenda dalam riset dan penulisan disertasi karena demikian banyak masukan dan saran dari para penguji.

Dia menyebutkan dirinya memiliki banyak simpatik kepada bimbingannya karena merasa ikut sedih ketika dalam proses penulisan disertasi, filenya di komputer sempat hilang sehingga harus menulis ulang.

“Karena ketabahan dan kerja keras, tidak ada frustasi, tetapi semangat untuk maju terus. Ini hebatnya promovenda yang kini sudah doktor,” ujar Prof. Cika.

Ujian berlangsung lancar dihadiri sekitar 50 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, dan kolega promovendus. Sejumlah karangan bunga ucapan selamat termasuk dari Rektor Universitas Ngurah Rai Bali menghiasi halaman FIB Unud menambah suasana meriah ujian promosi doktor Kajian Budaya FIB Unud. (BB/212)

Sumber: https://www.unud.ac.id/

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button