Tuesday, 20-02-2024
Pendidikan

Prodi Sastra Jepang Unmas Gelar Pelatihan Bahasa Jepang di Jatiluwih

Foto: Prodi Sastra Jepang Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar gelar pelatihan Bahasa Jepang perhotelan bagi pengelola dan pekerja akomodasi di Jatiluwih. (BB/Unmas/Wj)

Tabanan | barometerbali – Mahasiswa Fakultas Sastra Jepang Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Kegiatan ini berupa pelatihan Bahasa Jepang perhotelan bagi pengelola dan pekerja akomodasi sejak,13 Mei hingga 3 Juli 2023.

Program ini sangat selaras dengan cita-cita pemerintah yang berkeinginan untuk memajukan pariwisata dengan meningkatkan kunjungan wisatawan pasca pandemi global Covid-19.

“Nah, salah satu upaya strategisnya adalah membantu para pemilik akomodasi (penginapan/vila) atau para karyawan yang bekerja dalam bidang akomodasi dengan memberikan pelatihan gratis tentang pengenalan budaya Jepang dan bahasa Jepang perhotelan,” ungkap Dr. Wayan Nurita, S.S., S.H., M.Si., selaku Dosen Pengampu Pengabdian.

Diharapkan, melalui pelatihan bahasa Jepang perhotelan ini dapat meningkatkan kemampuan para pengelola akomodasi dan pekerja akomodasi di desa Jatiluwih dalam melayani wisatawan Jepang khususnya.

“Ruang lingkup pengabdian masyarakat ini mencakup pelatihan bahasa Jepang khusus dalam pelayanan bidang perhotelan, sehingga pengelola dan pekerja di penginapan atau vila yang ada di desa Jatiluwih memiliki kemampuan berbahasa Jepang yang baik dan benar,” terangnya.

Diketahui, bahwa Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Indonesia merupakan desa wisata, dengan panorama yang indah disertai dengan sawah berundak. Bahkan, badan dunia UNESCO mengakuinya sebagai warisan budaya dunia, sebagai salah satu daerah tujuan wisata paling menarik dan paling banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun manca negara.

Dosen pengampu pengabdian lainnya Wayan Wahyu Cipta Widiastika, S.S., M.Hum menambahkan di awal pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisman ke daerah tujuan wisata Jatiluwih hanya berkisar 5 sampai 10 orang per hari. Dengan adanya kebijakan pemerintah yang mempermudah calon perjalanan wisata, kemudian meningkat menjadi 50 orang per hari.

“Namun, setelah open border yang dilakukan oleh pemerintah, jumlah kunjungan sampai awal tahun 2023 mencapai 500 pengunjung per hari. Wisatawan tersebut didominasi wisatawan manca negara. Di antaranya Eropa, Perancis, India, Amerika, dan Singapura,” sebutnya.

Bilamana melihat pertumbuhan kunjungan khususnya wisatawan manca negara termasuk wisatawan Jepang di dalamnya, untuk memberikan pelayanan kepada mereka, maka perlu adanya upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia berupa kemampuan berbahasa Jepang. Sehingga mampu melayani wisatawan Jepang saat berkunjung dan menginap menggunakan fasilitas penginapan (hotel atau vila) di Desa Jatiluwih.

“Hasil observasi awal ditemukan bahwa para pengelola akomodasi dan pekerja di desa Jatiluwih hanya beberapa orang saja yang mengetahui Bahasa Jepang dasar. Itu pun mereka bisa karena mendengar langsung dari wisatawan yang datang dan sekedar membaca buku Bahasa Jepang umum, sehingga bahasa yang mereka ketahui bukanlah bahasa Jepang untuk pelayanan,” tandas Wahyu.

Atas dasar itulah, Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar mengadakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Untuk peningkatan sumber daya manusia para pengelola akomodasi dan pekerja di Desa Jatiluwih, sehingga mampu melayani wisatawan Jepang khususnya dalam bidang bahasa Jepang perhotelan.

Selama kegiatan tersebut mahasiswa Unmas Denpasar memberikan pelatihan kepada para peserta dari pengelola dan pekerja akomodasi di Aula Desa Jatiluwih menggunakan metode pendidikan nonformal dalam bentuk kursus bahasa Jepang secara teori dan praktik. Kemudian, diaplikasikan dalam pelayanan terhadap wisatawan Jepang yang menginap di penginapan/vila di desa Jatiluwih.

Dr. Wayan Nurita, S.S., S.H., M.Si lebih lanjut mengakui selama pelatihan para peserta dapat memahami dan memiliki kemampuan berbicara Bahasa Jepang khusus untuk melayani wisatawan Jepang dalam bidang perhotelan Di antaranya meliputi pelayanan saat wisatawan check in, penjelasan fasilitas kamar, pelayanan saat menyimpan barang, dan pelayanan saat wisatawan akan check out.

“Hal ini ditunjukkan dengan hasil praktik yang mereka lakukan setelah diadakan evaluasi pada akhir pelatihan,” kata Nurita.

Menurutnya, ketika proses evaluasi diketahui bahwa pelatihan Bahasa Jepang khusus perhotelan memang bermanfaat bagi pengelola akomodasi maupun para pekerjanya. Terutama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rangka memberikan pelayanan yang sempurna bagi wisatawan Jepang yang berkunjung dan menginap di Desa Jatiluwih.

“Keterampilan yang dimiliki setelah pelatihan juga sangat berguna untuk pelayanan selanjutnya pada akhirnya membawa dampak baik bagi wisatawan Jepang dan warga Desa Jatiluwih itu sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, I Nengah Kartika, S.E selaku Kepala Desa Jatiluwih mengakui memang sebelumnya ada beberapa pelatihan dari institusi lainnya. Namun, kali ini saya merasa senang, karena bahasa Jepang tentu akan berdampak baik bagi masyarakat kami dalam memberikan pelayanan yang lebih prima kepada wisatawan Jepang yang berkunjung ke Jatiluwih.

“Tentunya, para peserta pelatihan nantinya mampu memberikan pelayanan kepada wisatawan Jepang dengan lebih baik, karena sudah bisa berbicara bahasa Jepang khusus perhotelan,” harapnya, sembari mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa dan dosen pengampu dari Unmas Denpasar yang telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Jatiluwih.

Editor: Ngurah Dibia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button