Tuesday, 27-02-2024
Hukum

Sesuai PERMA 1/2019, e-Court Terbuka untuk Umum

Sidang Perkara Tanah Pura Dalem Desa Adat Kelecung PN Tabanan No. 90/Pdt.G/2023/PN Tab.

Oleh : I Made Dwipayana, SH (Ngongoh)

Persidangan e-Court (sidang pengadilan secara elektronik, red) dengan agenda Replik atau tanggapan atas jawaban dari Para Penggugat (AA Mawa Kesama cs) dalam perkara gugatan terhadap Pura Dalem Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan ditunda pada Senin, 4 September 2023 dari agenda yang seharusnya dan akan dilanjutkan dengan agenda yang sama tanggal Senin, 11 September 2023 di mana Para Penggugat masih diberikan kesempatan mengajukan Replik dari Para Tergugat (Desa Adat Kelecung cs).

Salah satu anggota Tim Hukum/Advokasi Desa Adat Kelecung dari Kantor B.A.R Law Office , Tanah Lot, Tabanan I Made Dwipayana, SH menjelaskan bahwa persidangan melalui e-Court walaupun dengan sistem e-Litigasi tetap mengandung unsur “Keterbukaan untuk Umum”, asasnya telah sesuai dan terakomodir dalam Pasal 27 PERMA 1/2019.

Dwipayana yang juga Bendahara Umum Askot PSSI Kota Denpasar (Perseden) menegaskan yang patut diperhatikan dan menegaskan bahwa persidangan secara elektronik yang dilaksanakan melalui sistem informasi pengadilan pada jaringan internet publik secara hukum telah memenuhi asas dan ketentuan persidangan terbuka untuk umum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Sehingga menurut pria yang akrab disapa Made Ngogoh ini menegaskan, segala bentuk dokumen atau proses persidangan yang ada di dalamnya dipersamakan dengan sidang offline/sidang konvensional biasa. Aturan main dan dasar hukumnya jelas, hanya saja yang dapat mengakses terbatas. Jika publik ingin bertanya tentu bertanyalah pada para pihak atau kuasanya, demikian juga rekan pers silahkan hubungi para kuasa hukum baik itu penggugat maupun tergugat karena merekalah yang dapat mengakses e-Litigasi melalui e-Court itu. Tidak ada yang rahasia atau tidak boleh dibuka ke publik karena sifatnya terbuka untuk umum. Lebih lanjut bisa dilihat dalam ketentuan PERMA 1/2019 yang beberapa pasal juga mengalami perubahan atau pembaharuan mengikuti perkembangan yang ada. Kami kira e-Court ini terobosan yang sangat baik, para kuasa/pengacara sekarang ini tidak perlu lagi mengantri seharian untuk bersidang. Ketika agenda hanya menyerahkan dokumen Jawab Menjawab dalam perkara perdata, lebih efisien dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Terkait ditundanya sidang Replik oleh Para Penggugat membawa konsekuensi sidang menjadi mundur seminggu dari jadwal/kalender persidangan yang telah disusun Majelis Hakim.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button