Tuesday, 27-02-2024
Pemerintahan

Walikota Pangkal Pinang Adopsi Pengembangan Pariwisata Kota Denpasar

Foto: Walikota Pangkal Pinang Maulan Aklil (dua dari kiri) diterima Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa (dua dari kanan) di Graha Sewaka Dharma Lumintang Denpasar, Kamis (12/10/2023). (Hms Dps/Ananta)

Denpasar | barometerbali – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama jajaran OPD dan Stakeholder terkait menerima kunjungan dari Walikota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Maulan Aklil, di Graha Sewaka Dharma Lumintang Denpasar, pada Kamis (12/10/2023).

Dalam kesempatan tersebut Walikota Pangkal Pinang Maulan Aklil menyampaikan tujuan kunjungan kali ini untuk studi banding dalam pengembangan pariwisata yang dilakukan Pemkot Denpasar. Pengembangan pariwisata berbasis budaya ini telah terbukti membawa Pemkot Denpasar melakukan pemulihan ekonomi secara cepat pascapandemi Covid-19. Selain itu pariwisata berbasis budaya membuat Bali khususnya Denpasar tetap menjadi ikon Indonesia di mata dunia.

Dijelaskannya bahwa Kota Pangkal Pinang sebagai kota yang bertumpu pada pertambangan, kami juga harus mengembangkan sektor perekonomian lainnya seperti pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini mengingat tingginya fluktuasi harga dari produk pertambangan. Oleh karena itu untuk menjaga kestabilan ekonomi dan tidak terlalu bergantung pada satu sektor maka perlu mengembangkan sektor lainnya dalam hal ini pariwisata.

“Denpasar menjadi yang terbaik dalam pengembangan pariwisata dengan konsep pariwisata berbasis budaya. Mengingat ditengah gempuran wisatawan asing, masyarakat Bali dapat mempertahankan budayanya. Hal inilah yang harus dipelajari untuk pengembangan pariwisata pangkal pinang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Pemkot Pangkal Pinang yang telah memilih kota Denpasar sebagai tempat untuk berbagi informasi pengembangan pariwisata.

“Pariwisata berdasarkan Budaya menjadi keunikan sekaligus pembeda Denpasar dengan kota-kota lainnya. Merawat dan menjaga budaya sama artinya dengan menjaga pariwisata Bali,” imbuh Arya Wibawa.

Lebih lanjut Arya Wibawa menyampaikan dalam perkembangannya sektor pariwisata harus bersamaan dengan pengembangan Kota Denpasar sebagai kota kreatif yang mendukung tumbuhnya industry ekonomi kreatif.

“Kami mendorong setiap produk kreatif yang dimiliki, baik itu dari anak-anak muda, dari wirausahawan muda, enterpreneur, agar mampu bersaing. Kami membangun Gedung Dharma Negara Alaya yang menjadi creative hub bagi anak-anak muda Kota Denpasar, serta pengembangan sektor kreatif menjadi andalan Kota Denpasar ketika pariwisata menurun saat pandemic Covid-19,” pungkas Arya Wibawa.

Editor: Ngurah Dibia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button