Tuesday, 27-02-2024
Pemerintahan

Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Atiwa-tiwa, Manusa Yadnya Lan Atma Wedana Desa Adat Ubung

Foto: Karya Manusa Yadnya Lan Atma Wedana Desa Adat Ubung. (BB/HMS)

Denpasar | barometerbali – Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Atiwa-tiwa, Manusa Yadnya Lan Atma Wedana Desa Adat Ubung Tahun 2023 yang dilaksanakan di Jalan Pidada IX, Ubung, pada Senin (16/10/2023).

Turut hadir dalam pelaksanaan tersebut Walikota Denpasar periode Tahun 2008-2021, IB Rai Dharma Wijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Putu Budiarta, Anggota DPRD Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, Anggota DPRD Kota Denpasar, I Nyoman Gede Sumara Putra, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Camat Denut, I Wayan Yusswara, serta undangan lainnya.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan upacara mepandes atau metatah ini merupakan salah satu pelaksanaan yang wajib dilaksanakan oleh umat hindu khususnya pada anak yang baru beranjak dewasa.

Selain merupakan kewajiban dalam Hindu, Arya Wibawa meneyebut ritual ini juga merupakan salah satu upaya dalam menetralisir 6 sifat buruk manusia atau yang dikenal dengan sebutan Sad Ripu (enam musuh yang terdapat dalam diri manusia) meliputi Kama, Lobha, Krodha, Mada, Matsarya, dan Moha.

“Dengan dilaksanakan upacara ini tentu kami berharap kedepannya dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain kewajiban dalam menjalankan yadnya juga dapat membantu masyarakat untuk mengurangi biaya upakara yadnya serta mempererat tali persaudaraan antar umat khususnya di Desa Adat Ubung,” ucap Arya Wibawa.

Ketua Panitia Karya, Made Darmaja didampingi Bendesa Adat Ubung, Made Jesna saat diwawancara mengatakan pelaksanaan ini merupakan Karya yang pelaksanaannya rutin dilaksanakan setiap lima tahun sekali, dan kali ini merupakan yang ke-3 kali dilaksanakan di Desa Adat Ubung.

Adapun peserta yang tergabung dalam karya ini meliputi 9 orang peserta Pitra Yadnya, 110 peserta Manusa Yadnya, 67 peserta Atma Wedana, 97 peserta Metatah 97, dan 13 peserta pada upacara Menek Kelih.

Puncak pelaksanaan karya ini jatuh pada tanggal 17 Oktober 2023 yang diisi dengan upacara Ngening, Ngareresik, Mecaru, Ngadegang Betara Lingga, Melaspas Puspa, Mapurwa Daksina, Saji Trapana, dan Maprelina dan berakhir pada tanggal 20 Oktober 2023 yang diisi dengan acara Ngangkid ke Segara, Nyegara Gunung, Mapet Semaya, dan Matur Piuning ring Pura Dalem.

“Pelaksanaan ini merupakan sebuah program Desa Adat Ubung yang dilaksanakan setiap lima tahun, dengan harapan dapat membantu masyarakat dengan mengurangi biaya dalam upacara yadnya serta diharapkan dapat mempererat tali silahturahmi antar warga di Kota Denpasar dan khususnya di Desa Adat Ubung,” pungkas Made Darmaja. (BB)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button