Tuesday, 20-02-2024
Hukum

Majelis Hakim Diminta Objektif Tangani Kasus Kelecung

Kolase foto: Suasana sidang gugatan tanah di Desa Adat Kelecung di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan (kiri) dan Ni Wayan Pipit Prabhawanty, SH (kanan) selaku Penasihat Hukum Tergugat I (Pura Dalem Desa Adat Kelecung). (Sumber: barometerbali/212).

Tabanan | barometerbali – Majelis Hakim (MH) yang menangani kasus gugatan sengketa tanah seluas 27,8 are di Desa Adat Kelecung, Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan bisa bersikap objektif. Hakim diminta lebih mempertimbangkan fakta dan bukti-bukti yang ada secara lebih mendalam atas gugatan perdata AA Mawa Kesama cs (ahli waris Jro Marga) selaku pihak Penggugat, dan Pura Dalem Kelecung selaku Tergugat dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan.

“Kami optimis, meyakini MH mempertimbangkan data-data di persidangan. Intinya kami berharap MH bisa lebih objektif tidak subjektif, mempertimbangkan bukti-bukti yang kami ajukan dan fakta di lapangannya seperti apa nanti. Kami sangat yakin MH profesional dalam hal ini, tidak ada intervensi dari pihak manapun yang memberatkan keputusannya nanti,” harap Ni Wayan Pipit Prabhawanty, SH selaku Penasihat Hukum (PH) Tergugat I (Pura Dalem Desa Adat Kelecung) saat diwawancarai barometerbali.com di Tabanan, Senin (23/10/2023).

Hingga saat ini Pipit menjelaskan sebanyak 9 (sembilan) bukti telah dipaparkan di persidangan oleh Tim Advokasi Desa Adat Kelecung dalam perkara nomor 190/Pdt.G/2023/PN Tab, tersebut

“Pada agenda sidang terakhir (Senin, 9 Oktober 2023, red) kita sudah mengajukan sembilan bukti, kita juga masih minta waktu lagi untuk menambahkan beberapa bukti-bukti lain. Kita akan mengajukan bukti tambahan lagi pada Kamis (26 Oktober 2023, red) mendatang,” pungkas Pipit.

Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Tabanan mengeluarkan amar putusan, pada intinya menolak eksepsi para Tergugat, salah satunya Pura Dalem Desa Adat Kelecung selaku Tergugat I. Hal tersebut juga berlaku untuk Tergugat II, Tergugat III dan turut Tergugat, dalam agenda sidang e-court Pembacaan Putusan Sela ke-1, perkara nomor 90/PDT.G/2023/PN Tab, Senin (2/10/2023).

Saat dikonfirmasi soal putusan tersebut, Made Adi selaku Panitera meminta awak media untuk mengecek amar putusannya secara langsung atau melalui laman (website) resmi PN Tabanan.

“Sore pak. Untuk menanyakan informasi bapak bisa langsung datang ke PN nggih. Atau bisa cek website,” tulisnya melalui pesan singkat WhatsApp (WA), Senin (2/10/2023).

Disebutkan dalam amar putusan tersebut, Majelis Hakim memutuskan Mengadili: menolak eksepsi Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III dan Turut Tergugat. PN Tabanan juga menyatakan, untuk kedua belah pihak bisa melanjutkan persidangan selanjutnya dengan agenda pokok perkara, dan menangguhkan biaya perkara sampai putusan akhir dalam perkara nomor: 90/Pdt.G/2023/PN Tab.

Sedangkan Penasihat Hukum Penggugat (AA Mawa Kesama) AA Sagung Ratih Maheswari saat dikonfirmasi terkait perkara itu mengatakan, menghormati semua keputusan Majelis Hakim PN Tabanan.

“Kita ikuti saja alur persidangan ya, kita hormati keputusan hakim,” tutup Sagung Ratih singkat. (212)

Editor: Ngurah Dibia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button