Tuesday, 27-02-2024
Internasional

Anggota Parlemen Desa Ledakkan 3 Granat dalam Rapat

Tangkapan layar: Pria diidentifikasi sebagai Serhii Batryn (kiri berdiri) mengeluarkan granat tangan dari saku jaketnya lalu meledakkannya dalam pertemuan desa di Keretsky, Ukraina bagian barat, Jumat (15/12/2023). (Sumber: screenshot/video medsos)

Keretsky | barometerbali – Seorang anggota pemerintahan desa Keretsky meledakkan 3 buah granat tangan dalam pertemuan desa setempat, di Ukraina bagian barat, Jumat (15/12/2023).

Akibat ledakan tersebut pelaku dan setidaknya 26 orang lainnya mengalami luka, sedangkan 1 orang di antaranya dilaporkan tewas.

Dikutip dari AP, pria tersebut, yang diidentifikasi sebagai Serhii Batryn, seorang anggota dewan yang berasal dari Partai Servant of the People, partai yang sama dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, mengambil tiga granat dari sakunya, melepaskan pin dan melemparkannya ke lantai di depannya.

Dia sempat mencoba menarik perhatian orang dengan mengatakan “Bolehkah?”, sebelum melemparkan granat ke tengah ruangan. Dalam hitungan detik granat meledak dan teriakan kepanikan bercampur kesakitan terdengar dalam ruangan yang penuh asap tersebut.

“Akibatnya, 26 orang terluka, enam di antaranya berada dalam kondisi serius,” kata pernyataan polisi, seraya menambahkan bahwa petugas medis berusaha menyadarkan pria yang melemparkan granat tersebut, demikian dilansir BBC.

Sebelumnya polisi wilayah Transcarpathia mengatakan dalam pernyataan resmi bahwa 26 orang terluka, enam di antaranya kritis. Pria yang meledakkan granat itu menderita luka parah dan petugas medis berupaya menyelamatkan nyawanya.

Sebuah video yang diunggah di media sosial menunjukkan seorang pria memasuki ruangan tempat anggota dewan desa tengah bertemu untuk membahas dan menyetujui anggaran masyarakat.

Sampai saat ini belum diketahui motif serangan tersebut, apakah ada hubungannya dengan perang Rusia-Ukraina atau motif lainnya.

Banyak warga Ukraina yang memiliki akses terhadap persenjataan akibat perang dengan Rusia, namun belum ada bukti bahwa serangan tersebut terkait dengan konflik.

Keretsky adalah desa berpenduduk sekira 4.000 orang tidak jauh dari perbatasan Hungaria.

Polisi Ukraina mengatakan dinas keamanan SBU akan menyelidiki insiden tersebut sebagai “serangan teroris”. (213)

Editor: Ngurah Dibia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button