Tuesday, 27-02-2024
Jembrana

Lestarikan Jegog dan Hutan, Bupati Tamba Tanam Bibit Bambu Petung

Foto: Bupati Nengah Tamba tanam 5000 bibit bambu petung di kawasan Manistutu Camping Ground (Mantu Cager) di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kamis (21/12/2023). (Sumber: humasJ)

Jembrana | barometerbali – Upaya dalam melindungi kelestarian di kawasan hutan dan pelestarian seni Jegog di Kabupaten Jembrana semakin ditingkatkan melalui penanaman bibit bambu petung yang didukung oleh  Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar, Kamis (21/12/2023). 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama  Kepala BPDAS Unda Anyar, Tri Adi Wibisono  menanam sebanyak 5000 bibit bambu petung di kawasan Manistutu Camping Ground (Mantu Cager) di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. 

Setelah penanaman, Bupati I Nengah Tamba menjelaskan bahwa penanaman pohon bambu merupakan langkah konkret dalam melestarikan seni Jegog yang ada di Jembrana. 

Dirinya menyampaikan terima kasih kepada Kepala BPDAS Unda Anyar yang secara konsisten membantu Kabupaten Jembrana. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga apa yang telah ditanam.

“Mari kita bersama-sama merawat apa yang sudah kita tanam ini. Jaga dengan baik. Apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak besar pada kelestarian hutan dan seni budaya di masa depan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPDAS Unda Anyar, Tri Adi Wibisono menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelestarian budaya, ekologi dan ekonomi. 

“Setelah kami pelajari, ternyata bambu ini memiliki banyak manfaat yang sangat luar biasa.  Ide ini dari Bupati Jembrana untuk menanam bambu dan ini sangat luar biasa. Bambu ini punya manfaat untuk konservasi tanah dan air dengan akar yang kuat karena bambu mampu menampung dan menyimpan air hujan, bahkan lebih besar dari jenis pohon-pohonan lainnya,” ungkapnya. 

Pihaknya akan terus mendukung pemerintah Kabupaten Jembrana dalam pemulihan lingkungan khususnya rehabilitasi hutan dan lahan. 

Ditambahkannya, dengan menanam bambu, tentunya juga dapat melestarikan budaya dari Jembrana yang sangat luar biasa. 

“Semoga apa yang kita tanam dapat dapat dipelihara dan tentunya bermanfaat bagi kita semua, Karena bambu sangat penting untuk alat musik khususnya gamelan Jegog yang ada di Jembrana. Kami juga berharap tempat ini akan menjadi destinasi wisata yang menarik untuk kunjungan wisata di masa depan,” pungkasnya. (213)

Editor: Ngurah Dibia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button