Tuesday, 27-02-2024
Wacana

Menhub: Kemacetan Parah Disebabkan Toko Oleh Oleh

Polda Bali mencatat jumlah kendaraan masuk Bali sejak 19 hingga 29 Desember 2023 mencapai 56.998

Kolase foto: Kondisi kemacetan parah di Jalan Tol Bali Mandara menyebabkan wisatawan berjalan kaki mengejar jadwal penerbangan pesawat menuju bandara Ngurah Rai, Menhub Budi Karya Sumadi (tengah) memberikan arahan mengatasi kemacetan di Bali didampingi Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya (kanan) dan Kapolda Bali Irjen Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra (kiri) saat gelar Rakor di Kantor Otoritas Bandar Udara (Bandara) Wilayah IV Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Bai, Minggu (31/12/2023). (Sumber: BB/hmspoldabali/tangkapan layar ig@infodenpasar))

Badung | barometerbali – Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi menyebutkan biang kerok penyebab kemacetan parah hingga wisatawan jalan kaki dari jalan Tol Bali Mandara mengejar jadwal penerbangan pesawat menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (29/12/2023) malam, salah satunya adalah keberadaan Toko Oleh Oleh Khas Bali yang tak menyediakan tempat parkir cukup untuk kendaraan.

Pernyataan Menhub tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi (Rakor) diikuti Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya dan Kapolda Bali Irjen Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra, Dirjen Perhubungan Darat, Dirjen Perkeretaapian, Stafsus Menhub RI, Direktur DAMRI, Direktur Utama Angkasa Pura, Direktur Ops Angkasa Pura, Direktur Lalu Lintas Darat, Direktur Utama Jasa Marga, Kadishub Provinsi Bali dan Danlanud I Gusti Ngurah Rai di Kantor Otoritas Bandara IV, Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (31/12/2023).

Saat itu, wisatawan terjebak lantaran mereka memilih melintas melalui tol menuju bandara imbas kemacetan juga terjadi di Jalan By Pass Ngurah Rai, Simpang Dewa Ruci dan dari arah Jimbaran.

Dari hasil peninjauan di titik-titik kemacetan Menhub menegaskan para pengusaha toko oleh-oleh ini tidak membatasi kendaraan pengunjung, meski area parkirnya tidak cukup luas untuk menampung banyak kendaraan. Hal ini mengakibatkan akses keluar masuk di area parkir memakan waktu cukup lama sehingga arus lalu lintas di jalan utama juga ikut tersendat.

“Tapi benar apa yang disinyalir, ada dua hal, tempat oleh-oleh, saya tadi sudah omong, diomongin baik-baik itu. Logikanya itu kalau satu tempat punya parkir sepuluh jangan menampung dua puluh, batasin, begitu lebih, lewat mesti pergi,” tegas Budi.

Menhub mengajak seluruh masyarakat untuk tertib memarkir kendaraan dan memberikan edukasi kepada pelaku bisnis oleh-oleh khas Bali agar kendaraan yang mengantar wisatawan tidak parkir menggunakan badan jalan jika area parkir sudah penuh.

“Saya mohon kepada bapak Kapolda, untuk menempatkan anggota dan diberikan pengertian pada pengusaha tersebut,” pinta Budi.

Selain itu imbuhnya, kemacetan disebabkan oleh terjadinya peningkatan volume kendaraan. Hal ini menjadi perhatian pemerintah pusat karena Bali merupakan destinasi wisata.

Menurutnya, harus ada solusi jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka panjang Bali harus memiliki transportasi publik.

“Kita apresiasi Pemda sudah menyiapkan beberapa langkah-langkah antisipasi kemacetan dengan merencanakan revitalisasi. Untuk jangka pendek kita akan gunakan bis dengan tujuan Nusa Dua hingga sentral parkir Kuta. Tanggal 2 Januari antar jemput bus shuttle sudah mulai beroperasi,” jelas Budi Karya Sumadi.

Lebih lanjut Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menjelaskan tujuan kedatangan Menhub untuk mengecek lokasi macet parah yang sempat menyebabkan wisatawan jalan kaki menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai beberapa hari lalu.

“Setelah turun dari pesawat, rombongan Menhub langsung mengecek posko terpadu Natal dan tahun baru serta tempat parkir yang berada di kawasan Bandara Ngurah Rai. Selanjutnya berkeliling menuju titik lokasi macet yang sempat viral di media sosial,” terang Jansen.

Sebelumnya kepada media Kabid Humas juga memaparkan, kemacetan terjadi disebabkan sebanyak 50% wisatawan dari Jawa berlibur ke Bali menggunakan mobil. Wisatawan masuk melalui Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur, Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Tak hanya itu, para wisatawan mengunjungi daerah yang sama saat tiba di Pulau Dewata. Kemacetan juga terpantau sempat terjadi di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar dan Tabanan.

“Wisatawan khususnya dari pulau Jawa hampir 50% berlibur ke Bali menggunakan mobil pribadi dan rata-rata mereka memiliki tujuan mengunjungi objek wisata yang sama setelah sampai di Bali,” katanya.

Polda Bali mencatat jumlah kendaraan masuk Bali sejak 19 hingga 29 Desember 2023 mencapai 56.998 unit dan jumlah keluar Bali 49.628 unit.

“Berarti sekitar 7.370 mobil wisatawan yang liburan masih beroperasional di Bali,” pungkas Jansen.

Sementara Kapolda Bali, Irjen Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra, menegaskan akan mendalami dan menindaklanjuti sesuai dengan arahan serta petunjuk dari Menteri Perhubungan, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kami akan bantu sosialisasikan terkait dengan penggunaan shuttle bus serta kita juga akan berikan prioritas sehingga kita harapkan pada tanggal 2 atau 3 Januari 2024 tidak terjadi kemacetan serupa,” tandas Narendra.

Dalam Rakor ini, Kapolda Bali didampingi sejumlah pejabat utama Polda Bali, antara lain Karo Ops, Dirlantas, Dirintelkam, Dansat Brimob, Kabid Humas, Kapolresta Denpasar, Kapolres Badung, dan Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. (213)

Editor: Ngurah Dibia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button