Wednesday, 22-05-2024
Hukum

Polres Buleleng Amankan Pelaku Pemalsuan STNK

Foto: Konferensi pers pengungkapan Kasus pemalsuan STNK Oleh Polres Buleleng. (Sumber: BB 215).

Buleleng| barometerbali – Timsus Bhayangkara Goak Poleng (Gabungan dari fungsi satuan reserse, intel dan samapta) mengungkap pelaku pemalsuan dokumen Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di bawah pimpinan AKP Arung Wiratama.,S.T.K., S.I.K, selaku Kasat Reskrim Polres Buleleng mengamankan dua pelaku pemalsuan dokumen STNK.

Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi menyampaikan, kasus ini berawal adanya laporan dugaan tindak pidana penggelapan mobil yang terjadi di Desa Kalibukbuk, yang dilakukan Pt Dedi Andika.

Dalam pengakuannya sempat menjual kendaraan yang bukan miliknya dengan STNK diduga palsu, kemudian Tim Bhayangkara Goak Poleng Sat Reskrim melakukan penyelidikan secara intensif.

“Mobil tersebut ditemukan di Dusun Melaka Desa Kayu Putih, Kec. Sukasada Kab. Buleleng yang dikuasi oleh I Gd S, setelah dilakukan pengecekan STNK dan Plat Mobil tersebut tidak sesuai dengan aslinya, dan kendaraan tersebut disita,” ujar Kapolres dalam keteranganya, Jumat (12/4/2024).

Dari hasil penyelidikan tersebut, STNK dipesan Pt Dedi andika kepada I Wyn Y alias DE GUN, umur (45), dengan alamat Ketewel Kec. Sukawati, Kab. Gianyar dan I G B alias Bagong, 34 alamat Desa Manggissari Pekutatan Jembrana, keduanya diduga pelaku pemalsuan STNK tersebut. pada hari kamis 04 April 2024 sekira pukul 01.00 wita, timsus kedua pelalu dugaan tindak pidana.

“Pemalsuan Dokumen STNK, diamankan dirumah kontrakan Jl. Cekomaria gg umasari penguyangan kangin denpasar utara,” sambung Kapolres.

Dalam Kasus pemalsuan STNK tersebut tim bhayangkara goak poleng mengamankan satu buah STNK Palsu atas nama I PUTU DEDI ANDIKA dan satu unit Mobil Fortuner warna hitam DK 1413 FAV dan juga alat yang dipakai membuat STNK palsu sebagai berikut:

satu buah Printer Epson L 3110 watna hitam, satu buah Laptop Asus warna silver dan chargernya, dua bendel plastik untuk pembukusan STNK, Beberapa kertas HVS yang sudah terpotong sesuai ukuran STNK, satu benel stiker hologram, satu lembar amplas ukuran seribu.

Adapun cara membeli STNK palsu tersebut menggunakan sistem maka pelaku De gun meminta data KTP dan STNK asli pemesan, kemudian merubah menggunakan Laptop, untuk membuat duplikasi STNK atau scan kemudian diprint, setah jadi pelaku BAGONG sebagai pengirim ke alamat pemesan, dijual dengan harga Rp. 1.700.000 (satu juta tujuh ratus ribu rupiah) untuk STNK Mobil dan Rp. 400.000 (empat ratus ribu rupiah) untuk STNK sepeda motor.

“Atas perbuatanya tersebut para pelaku disangkakan pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama enam tahun penjara,” Pungkas Kapolres.

Editor: Ngurah Dibia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button