Sunday, 21-07-2024
Peristiwa
Trending

Korban Jiwa Ledakan LPG jadi 5 Orang

Foto: Direktur Medik, Perawatan dan Penunjang RSUP Prof Ngoerah Sanglah Denpasar dr. Affan Priyambodo (tengah) bersama Kepala Instalasi Rawat Intensif RSUP Ngoerah dr. I Putu Kuniayanta (kiri) dan dr. I Gusti Putu Hendra Sanjaya selaku dokter bedah plastik RSUP Sanglah saat memberikan keterangan terkait kondisi pasien korban ledakan gas elpiji di RS Sanglah, Denpasar, Selasa, (11/6/22024). (Sumber: BB/Rian)

Denpasar | barometerbali – Korban jiwa akibat kebakaran gudang dan ledakan gas elpiji di jalan Cargo Taman I, Br. Uma Sari, Kelurahan Ubung Kaja, Denpasar Utara pada Minggu (9/6/2024) hingga kini Rabu (12/6/2024) bertambah 2 menjadi 5 orang.

Dua korban terakhir adalah karyawan gudang tersebut menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan di RSUP Prof. Ngoerah Sanglah yakni Petrus Jewarut (Ernus) (31) yang meninggal pukul 21.30 Wita, Selasa (11/6/2024) disusul Robianprianus Amput (23) meninggal hari ini, Rabu (12/6/2024) sekitar pukul 10.30 Wita.

Sebelumnya, Direktur Medik, Perawatan dan Penunjang RSUP Sanglah Denpasar Affan Priyambodo saat konferensi pers, sebelumnya mengatakan terdapat tiga korban meninggal dunia dalam perawatan di ruang ICU RSUP Prof Ngoerah.

Korban yang meninggal adalah Edy Herwanto (40) dengan luka bakar mencapai 90 persen, Yudis Aldyanto (33) dengan luka bakar 88 persen dan Purwanto (43) dengan luka bakar 74 persen.

Korban pertama yang meninggal adalah Purwanto pada 10 Juni pukul 01.30 Wita, disusul korban Yudis Ardiyanto pada 10 Juni pukul 13.45 Wita dan korban ketiga pada 11 Juni 03.15 Wita, Edy Herwanto.

Affan Priyambodo mengatakan secara keseluruhan ada 16 korban luka bakar yang dirawat di RSUP Prof Ngoerah Sanglah Denpasar. Sampai kini ada 13 orang korban yang masih dirawat intensif di ruang ICU Burn Unit RSUP Prof Ngoerah/Sanglah.

Dia mengatakan peristiwa kebakaran gudang gas adalah kejadian luar biasa (KLB) dengan total pasien yang dirawat di RSUP Prof. Ngoerah sebanyak 16 orang sejak Minggu (9/6/2024) pagi dan terus berdatangan hingga Senin (10/6/2024).

“Berdasarkan kejadian luar biasa terhadap ledakan gudang gas, pasien yang datang ke Rumah Sakit Prof Ngoerah ada 16 orang, yang diterima mulai tanggal 9 Juni pukul 07.45 Wita dari empat rumah sakit rujukan,” sebut Affan.

Dia mengatakan ada empat korban yang langsung diantar masyarakat ke RSUP Prof Ngoerah dan ada tujuh pasien rujukan dari Rumah Sakit Mangusada Badung dan tiga orang korban rujukan dari Rumah Sakit Surya Husada Denpasar, dan dua orang korban rujukan dari Rumah Sakit BaliMed Denpasar.

Sementara itu, Kepala Instalasi Rawat Intensif RSUP Ngoerah I Putu Kurniayanta mengatakan para korban yang meninggal dunia akibat luka bakar parah yang menyebabkan komplikasi pada organ tubuh lain, seperti paru-paru, dan jantung.

“Jika luka bakar lebih dari 70 persen, dihitung dari seluruh tubuhnya, lalu suhu tubuh yang tinggi, kemungkinan mempengaruhi jantung dan paru-paru,” jelasnya.

Dia mengatakan secara umum kondisi 13 pasien yang masih dirawat di ruang ICU Burn Unit RSUP Prof Ngoerah Sanglah sangat kritis dan masih labil. Namun demikian, pihak rumah sakit terus melakukan upaya untuk menyelamatkan dan memulihkan kondisi pasien.

Reporter: Rian

Editor: Ngurah Dibia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button