Monday, 22-07-2024
Pendidikan

Bali Tech Startup Hidupkan Ekosistem Startup dan Tech Company 

Ket foto: Rektor Primakara I Made Artana, SKom, MM menyerahkan penghargaan kepada mantan Menteri Perdagangan RI periode 2011-2014 Gita Wirjawan usai dialog di sela-sela opening ceremony Bali Startup Expo 2024, di Living World Mall, Denpasar, Rabu (10/7/2024). (Sumber: barometerbali.com/rian)

Denpasar I barometerbali – Rektor Primakara University, I Made Artana, SKom, MM mengatakan Bali Startup Expo merupakan acara tahunan dari Primakara University yang digunakan sebagai wadah untuk menampilkan startup hasil karya dari mahasiswa Primakara University serta para pegiat startup di Denpasar. Pihaknya sengaja mencari mall agar mereka ada interaksi bagi calon pembeli dan bagi masyarakat. 

“Dan itu bagian dari edukasi biar masyarakat semakin sering mendengar istilah startup,” ungkap Artana.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Gita Wirjawan, mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali yang diwakili oleh perwakilan Diskominfos Bali.

“Tadi saya tunjukkan ke Pak Gita Wirjawan bersama Bu Jasmin bahwa dari pameran sederhana ini kita gak bisa menganggap itu hal yang remeh gitu ya.  Salah satunya adalah ada Falala Chocolates itu pun di tahun-tahun sebelumnya ikut seperti itu,  sekarang bisa naik kelas yang luar biasa bahkan sudah bisa buka di bandara,” terang Artana.

“Harapannya teman-teman mahasiswa yang pameran ada 30 lebih stand itu satu di antara mereka bisa juga naik kelas ke depannya,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan Startup World Cup (SWC) ini adalah event yang ada di 70 negara yang dilaksanakan oleh Pegasus Tech Ventures yang ada di Silicon Valley. Dan di Indonesia ada di empat titik yaitu, Jakarta, Bandung, Malang, dan Bali. Untuk di Bali sendiri ini bekerja sama dengan Bali Startup Expo dan Primakara University.

Ia juga menjelaskan nanti akan ada pitching yang sudah dikurasi dan kemarin yang mendaftar lebih dari 50 startup.

“Tetapi yang dipilih sepuluh untuk pitching nanti. Jurinya pun juri nasional bukan dari kita karena pesertanya juga sebagian dari kita,” tegas Artana.

Lebih lanjut ia menambahkan satu di antara pemenang nantinya akan punya kesempatan mendapat tiket untuk hadir di finalnya di Silicon Valley, San Francisco, USA.

Selain itu, ia berharap agar di Bali Startup World Cup ini adalah untuk menghidupkan ekosistem startup dan tech company di Bali.

“Ya seperti yang saya sampaikan di sambutan tadi kita akan memiliki kerentanan ekonomi yang luar biasa di Bali ketika pandemi. Masih ingat kita, kita paling dalam terjunnya, pulihnya pun paling telat,” tuturnya.

“Kita harus mendiversifikasi ekonomi mulai dari Bali. Kalau kami-kami dari orang teknologi pasti menawarkan satu ide yaitu industri kreatif digital ini bisa untuk kita kembangkan ke depan,” lanjutnya.

Dengan adanya event-event seperti ini, adalah untuk menyemangati ekosistem saling menghubungkan satu sama lain, mulai dari pemerintah termasuk teman- teman media, dan perguruan tinggi. 

Pentahelix-nya disambungkan, itu targetnya,” tutup Made Artana. 

Reporter: Rian Ngari

Editor: Ngurah Dibia

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button