Monday, 22-07-2024
Ekbis

Fermentasi Tepung Daun Pepaya Jepang Pakan Alternatif Bagi Pembudidaya Nila

Ket foto: Hasil fermentasi tepung daun pepaya Jepang. (Sumber: barometerbali)

Denpasar | barometerbali – Pembudidaya ikan nilai di Bali direkomendasikan untuk mulai memanfaatkan hasil fermentasi tepung daun pepaya Jepang sebagai pakan alternatif sebagai upaya untuk meningkatkan produksi dan kualitas ikan nila (Oreochromis niloticus). Apalagi daun pepaya Jepang merupakan sumber karbohidrat yang murah dan mudah didapat. Sedangkan bahan baku sumber protein pada pakan seperti tepung ikan dan tepung kedelai, harga semakin tinggi di pasaran dan ketersediaannya juga semakin berkurang di alam.

Akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Ir. I Gusti Ayu Dewi Seri Rejeki, M.Si mengatakan salah satu upaya mengatasi ketergantungan bahan baku pakan impor adalah pemanfaatan bahan baku lokal. Bahan baku lokal yang digunakan harus memiliki nilai gizi yang tinggi, tidak beracun, harga relatif murah, sangat melimpah dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, diantaranya daun pepaya jepang. 

Daun Pepaya memiliki kandungan enzim papain yang dapat membantu pencernaan dan penyerapan protein, namun memiliki kadar serat kasar yang tinggi. Kandungan gizi daun pepaya jepang dalam 100 gr , yaitu: air 85 ml, protein 5,7 gr,  zat besi 11,4 mg, fosfor 39 mg, kalsium 199 mg, kalium 217 mg, vitamin c 165 mg, flavonoid 23,72%, alkaloid 17.45%, saponin 12,49% dan tannin 5,72.

“Penggunaan tepung daun pepaya jepang sebagai sumber karbohidrat dan protein dalam pakan ikan tidak dapat dilakukan secara maksimal karena mengandung serat dan tanin yang cukup tinggi sehingga dapat mengikat mineral-mineral yang dibutuhkan oleh ikan,” kata Seri Rejeki saat dikonfirmasi di Denpasar pada Rabu (10/7). 

Menurut Seri Rejeki , teknologi fermentasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk peningkatan pemanfaatan karbohidrat sebagai sumber energy pada ikan. Fermentasi bertujuan untuk menyederhanakan senyawa kompleks menjadi lebih sederhana dan meningkatkan kualitas bahan sehingga dapat meningkatkan kecernaan pakan dan pertumbuhan ikan.

Ia menegaskan pertumbuhan ikan erat kaitannya dengan ketersediaan protein dalam pakan, karena protein merupakan sumber energi bagi ikan dan protein juga merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh ikan untuk pertumbuhan, bahwa jumlah protein akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan. Pakan merupakan hal yang sangat penting diperhatikan dalam kegiatan budidaya ikan, baik secara semi intensif maupun intensif karena pakan merupakan komponen biaya produksi yang paling tinggi yaitu sekitar 35-70% dari biaya operasional.

Seri Rejeki mengakui sosialisasi dan pemanfaatan hasil fermentasi tepung daun pepaya Jepang sebagai pakan alternatif sebagai upaya untuk meningkatkan produksi dan kualitas ikan nila telah dilakukan beberapa kali dengan melibatkan pembudidaya ikan nila. Salah satunya dengan Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Ayu di Desa Baru, Marga Tabanan. Sosialisasi  dan pelatihan dilakukan dalam rangkaian program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Editor: Sintya

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button