15 Tahun Menderita Kaki Gajah, Eni Warga Rejoso, Pasuruan Butuh Kepedulian Ekstra Pemerintah

InCollage_20251026_125734798_o7f98C9Z82
Foto: Seorang perempuan bernama Nur Aini, atau akrab disapa Eni, sudah 15 tahun berjuang melawan penyakit kaki gajah (filariasis). (barometerbali/redho)

Barometer Bali | Pasuruan – Kisah pilu datang dari Desa Kedungbako, Kecamatan Rejoso. Seorang perempuan bernama Nur Aini, atau akrab disapa Eni, sudah 15 tahun berjuang melawan penyakit kaki gajah (filariasis) yang membuat kaki kirinya membengkak luar biasa.

Penyakit langka yang menyerang sistem getah bening itu telah mengubah kehidupan Eni secara drastis. Kini, tubuhnya yang ringkih harus menanggung beban kaki yang terus membesar hingga membuatnya sulit beraktivitas.

“Dulu sempat operasi dua kali, yang pertama dokter mengangkat sekitar 4 kilogram daging dari kaki saya. Operasi kedua malah lebih berat, sampai 7 kilogram,” ungkap Eni lirih saat ditemui di rumahnya.

Berita Terkait:  Cagar Budaya Eks Asrama VOC Gresik Diratakan, YLBH Desak Polres Gresik Usut Dugaan Perusakan

Meski telah menjalani dua kali operasi besar, pembengkakan tak kunjung reda. Kini, Eni dijadwalkan menjalani penanganan medis lanjutan di RSUD Bangil pada Selasa (28/10) mendatang.

Perjuangan Warga Tak Mampu Melawan Takdir

Keterbatasan ekonomi membuat Eni hanya bisa pasrah pada takdir. Setiap langkah terasa berat, bukan hanya karena penyakit, tapi juga karena beban hidup yang harus ia tanggung sendirian.

Berita Terkait:  David Lim, Tokoh Muda Surabaya yang Menempuh Jalan Sunyi sebagai Entrepreneur Milenial

Sekretaris Desa Kedungbako, Miftah Farid Ridwan, menjelaskan bahwa pemerintah desa dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan terus memantau kondisi Eni.

“Setiap minggu Bu Eni mendapatkan perawatan di RSUD Bangil. Ia juga didampingi oleh bidan desa, Bu Nuning, serta Kepala Dusun, Pak Yusuf,” jelasnya.

Sementara itu, Mariyam, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Rejoso, menegaskan bahwa tanggung jawab penanganan medis berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten.

Berita Terkait:  Dr.dr Andre Yulius Ungkapkan Kenangan Bersama Almarhum Adi Sutarwijono Selama Menjadi Ketua DPRD Kota Surabaya

“Pasien seperti Bu Eni menjadi kewenangan Dinkes untuk tindakan medis. Kami dari Dinsos sudah membantu melalui kunjungan dan pemberian bantuan sosial. Tapi untuk operasi dan perawatan lanjutan, itu bukan ranah kami,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Eni juga telah menerima berbagai bantuan sosial seperti BPNT dan paket permakanan serta perlengkapan kebutuhan harian. (redho)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI