40 Pejabat Eselon II Pemprov Bali Jalani Psikotes, Ini Target Koster

IMG-20261020-WA0143
PEJABAT ESELON DUA - 40 orang pejabat pimpinan tinggi pertama di lingkungan pemerintah provinsi bali jalani psikotes di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, pada Selasa (20/10/2026). (Barometerbali/Istimewa)

Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster melaksanakan psikotes bagi seluruh pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, pada Selasa (20/10/2026) di Ruang Sidang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Lantai 4, Gedung Fakultas Kedokteran Udayana, Kampus Sudirman, Denpasar .

Koster mengatakan bahwa psikotes ini bukan untuk mencari-cari kesalahan pejabat, melainkan untuk mendapatkan gambaran profil karakteristik personal yang lebih utuh dan komprehensif.

“Terima kasih telah mengikuti tes psikotes ini. Saya ingin mendapatkan gambaran profil karakteristik personal seluruh pejabat Eselon II,” ujar Koster.

Menurutnya, selama ini penilaian melalui manajemen talenta masih terdapat bias dan tidak sepenuhnya cocok dengan ekspektasi di lapangan. Maka untuk pengisian jabatan Eselon II, III, dan IV Koster mengaku belum pernah bertemu langsung dengan para pejabat yang bersangkutan. Penilaian untuk promosi jabatan hanya berdasarkan portofolio, yang dinilai tidak selalu menggambarkan kompetensi yang sesungguhnya.

Berita Terkait:  PHRI Bali Dukung THK Awards 2026, Harapkan Kualitas Hotel Bali Semakin Meningkat

“Karena itu saya buat tes ini agar saya mendapatkan gambaran lebih personal yang lebih utuh. Saya ingin jabatan ini  betul-betul diisi oleh kompetensi yang profesional dan kepemimpinan yang tepat,” tegasnya.

Koster menekankan, pejabat Eselon II memiliki peran vital sebagai pimpinan langsung yang menjadi tangan Gubernur dalam mengoperasionalkan program di masing-masing kepala perangkat daerah.

Berita Terkait:  Bupati Sanjaya Tegaskan Nilai Spiritual dan Budaya dalam Karya Ngenteg Linggih Pura Mundak Sari

Ia menambahkan, karakter seseorang sangat mempengaruhi perilaku. Secara sosiologi bisa berdampak negatif maupun positif, tergantung darimana yang lebih dominan dan hal itu akan sangat mempengaruhi kinerja serta ekosistem lingkungan kerjanya tersebut.

Ia juga memastikan bahwa hasil psikotes tersebut bersifat rahasia dan tidak akan disebarluaskan.

“Hasilnya tidak disebarluaskan. Ini bukan berarti akan dicopot dari jabatan, meskipun saya dapat gambaran ke depannya kalau kinerjanya tidak bagus, apalagi ini Eselon II,” jelasnya.

Lebih lanjut, Koster meminta seluruh pejabat untuk meningkatkan kinerja dengan mengerjakan program sesuai matriks yang telah ditetapkan dan sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing.

Berita Terkait:  23 IKM Bali Terlibat Pameran Kriyanusa 2026, Putri Koster Dorong Kerajinan Bali Tembus Pasar Global

“Bukan hanya sistematis dalam bekerja, tapi memahami kinerja yang baik sebagai Aparatur Sipil Negara. Harus lebih responsif dan lebih tepat dalam mengerjakan kebijakan ke depannya,” imbuhnya.

Psikotes ini merupakan bentuk kerjasama Fakultas Kedokteran Unud dan BKPSDM Pemprov Bali  guna mendorong kesejahteraan kerja dan kinerja ASN dengan gelar pemetaan profil psikologis pejabat eksekutif. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang pejabat pimpinan tinggi pertama di lingkungan pemerintah provinsi bali. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI