5 Destinasi Wisata Alam dan Budaya di Bali, Tak Kalah Menarik dari Pantai

BARO SEPT F37A
Pelataran di Plaza Garuda, salah satu spot menarik di Garuda Wisnu Kencana. (barometerbali/dok.korinatour)

Barometer Bali | Denpasar –  Bali tak ada matinya, selalu menjadi tujuan utama pariwisata internasional.

Keindahan alamnya tak pernah lekang oleh waktu.

Pesonanya tidak pernah luntur di mata wisatawan, global maupun domestik.

Pantai seolah menjadi tujuan wajib bagi para pelancong untuk menambah daftar galerinya.

Bagaimana tidak, keindahannya tak bisa dielakan.

Penikmat sunset atau sunrise pasti tak mau ketinggalan menikmati pantai Sanur, Seminyak, Tanah Lot, Kuta dan lain sebagainya.

Bagi penikmat selancar hingga hiburan malam, pantai Bali juga menjadi unggulan.

Namun, siapa sangka Bali tidak hanya soal pantai.

Banyak tujuan wisata unggulan lainnya yang bisa dijelajahi.

Keindahan alam di dataran tinggi, hingga budaya tidak bisa dikesampingkan.

Mungkin tak seterkenal wisata di area pantai, tapi siapa sangka sensasi dan pengalamannya bisa membekas di hati.

Layak sekali masuk daftar tujuan yang bisa dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang bosan panas-panasan di pinggir pantai.

Berikut 5 destinasi wisata alam dan budaya di Bali yang wajib dikunjungi:

1. Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Jika kalian berada di Bali bagian Selatan, GWK menjadi alternatif unggulan untuk dituju.

Terletak di Kabupaten Badung, GWK menjadi wisata budaya yang kental dengan ajaran Hindu.

Patung setinggi 121 meter ini berbentuk Dewa Wisnu menunggangi Garuda.

Patung ini dibangun di area bekas tambang baru kapur.

Jika dilihat dari udara, GWK berbentuk seperti lotus.

Memiliki beberapa bagian yang bisa dikunjungi.

Berita Terkait:  Di Balik Sorotan Sampah Pantai, Bali Tak Tinggal Diam

Diantaranya Plaza Wisnu, Street Theater, Lotus Pond, Indraloka Garden, Amphotheater, Tirta Agung, Tirta Amertha, Bali Parade, dan Asana Artseum.

Area tertinggi di sini adalah Plaza Wisnu.

Pengunjung bisa melihat panorama Bali melalui jendela kecil yang berada sejajar dengan pundak Dewa Wisnu.

Ketinggiannya sekitar 23 meter.

Adapula Lotus Pond sebagai area terbesar di GWK.

Area ini menjadi salah satu unggulan wisatawan untuk mengabadikan gambar dengan latar belakang GWK.

Selain itu, lokasi tersebut juga biasa digunakan untuk acara-acara besar seperti konser musik.

Pengunjung juga bisa menikmati pertunjukan tari setiap beberapa jam sekali. Soal isi perut, wisatawan tak perlu khawatir.

Di sini ada beberapa tempat makan yang bisa dikunjungi. Adapula penjual souvenir untuk buah tangan.

2. Pura Ulun Danu Batur

Bali memang kental dengan Hindu.

Pura Ulun Danu ini menjadi salah satu tempat ibadah yang ramai dikunjungi wisatawan maupun jemaat untuk ibadah.

Letaknya di dataran tinggi Kintamani Kabupaten Bangli. Pesonanya begitu eksotif dengan latar pemandagan gunung Batur.

Pura ini dibangun pada abad ke-17 Masehi di kaki Gunung Batur.

Namun sempat lulu lantah pada 1917 akibat letusan gunung.

Pura ini lalu dibangun kembali pada 1926 pada era kolonial Belanda, dengan letak lebih jauh dari lokasi semula.

Masyarakat Bali percaya Pura Ulun Danu ini menggambarkan pentignya air bagi kemakmuran penduduk desa.

Pada waktu-waktu tertentu, pura ini dgunakan sebagai tempat peribadatan bagi umat Hindu dari berbagai lokasi di Bali.

Berita Terkait:  Objek Wisata Edukasi, Bali Zoo: Daya Tarik, Lokasi, dan Beragam Informasi Menarik Lainnya

Saat musim ibadah datang, area pura akan penuh diisi oleh umat.

Bahkan bisa membludak hingga pinggir jalan raya karena area dalam tak lagi bisa menampung.

3. Lake Batur View Point

Turun sedikit dari Ulun Danu terdampat spot menikmati pemandangan Danau Batur.

Terdapat area cukup luas di pinggir jalan untuk tempat berkumpul wisatawan.

Di sini pengunjung bisa melihat langsung keindahan Danau Batur yang terletak bersebelahan dengan gunungnya.

Tak ada biaya tiket masuk ke area ini. Namun, ada retribusi parkir bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan bermotor.

Selain bisa menikmati pemandangan, di lokasi ini juga terdapat beberapa pedagang souvenir, baju, hingga buah-buahan.

Adapula yang menawarkan penyewaan kendaraan untuk menjelajahi Gunung Batur.

4. Desa Penglipuran

Penglipuran adalah salah satu desa adat yang sangat terkenal di Bali.

Masyarakat di desa ini benar-benar melestarikan adat istiadat dan budaya leluhurnya.

Rumah warga masih mengikuti konsep Tri Hita Karana, yakni filosofi keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusua dan lingkungan.

Desa ini juga pernah mendapat penghargaan Kalpataru dari pemerintah karena melestarikan hutan bambu.

Desa ini diisi lebih dari 200 kepala keluarga.

Bagi yang hobi foto-foto, di Penglipuran juga menyewakan baju adat untuk pria dan perempuan.

Pengunjung bisa mengelilingi desa dengan baju tersebut.

Tak hanya itu, terdapat pula kafe yang terletak di tengah-tengah hutan bambu.

Berita Terkait:  Buka 24 Jam! Taman Janggan Renon, Playground Gratis di Denpasar dengan Fasilitas Lengkap

Kafe ini menyediakan berbagai jenis makanan ringan hingga minuman.

Uniknya lagi, Penglipuran bisa disewa untuk kepentingan resepsi pernikahan.

Namun untuk biaya sewanya akan dihitung terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan acara.

5. Tegalalang Rice Terraces

Lokasi wisata ini menjadi salah satu destinasi unggul bagi wisata mancanegara.

Terletak di Kabupaten Gianyar, terdapat ladang persawahan dengan pemandangan berundak yang menakjubkan.

Ladang pertanian ini memiliki dua sisi berundak yang saling berhadapan. Posisinya di tebing membuat mata yang memandang semakin terpukau.

Belum lagi hijaunya padi saat mulai tumbuh akan membawa pengunjungnya seperti menyatu dengan alam.

 Waktu terbaik datang ke sini adalah sekitar bulan Juli-Juli.

Saat itu, padi sedang tumbuh dalam kondisi terbaik sebelum akhirnya dipanen.

Masyarakat Bali percaya Pura Ulun Danu ini menggambarkan pentignya air bagi kemakmuran penduduk desa.

Pada waktu-waktu tertentu, pura ini dgunakan sebagai tempat peribadatan bagi umat Hindu dari berbagai lokasi di Bali.

Saat musim ibadah datang, area pura akan penuh diisi oleh umat. Bahkan bisa membludak hingga pinggir jalan raya karena area dalam tak lagi bisa menampung.

Jangan khawatir, di sini tidak hanya menawarkan pemandangan persawahan, terdapat beberapa spot foto maupun wahana permainan menarik.

Seperti ayunan yang langsung terhubung dengan tebing, flying fox, hingga karpet Aladin.

Wahana ini bisa digunakan pengunjung dengan biaya tambahan di luar tiket masuk. (ari)

 

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI