Barometer Bali | Denpasar – Operasi SAR hari kedua pascabanjir besar di Denpasar kembali diwarnai penemuan korban jiwa. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi lima jenazah dari Muara Tukad Badung, sementara tiga orang lainnya masih dalam pencarian.
Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Wayan Juni Antara, menjelaskan pencarian dimulai sejak pukul 06.00 Wita dengan menyisir sepanjang Bendungan Muara Tukad Badung hingga aliran sungai.
“Sejak pagi hingga sore hari, total lima korban ditemukan meninggal dunia. Tiga di antaranya merupakan korban yang terlaporkan, sedangkan dua lainnya tidak terlaporkan,” ungkap Juni Antara, Jumat (12/9/2025).
Kelima korban yang berhasil diidentifikasi yakni:
1. Ni Wayan Werni (58) – perempuan, korban tidak terlaporkan.
2. Ni Nyoman Sari (70) – perempuan, korban tidak terlaporkan.
3. Ibu Tasnim (53) – perempuan, korban terlaporkan.
4. Ni Ketut Merta (63) – perempuan, korban terlaporkan.
5. Farwa Husein (32) – laki-laki, korban terlaporkan.
Sementara itu, tiga korban lain masih hilang dan dalam pencarian, yaitu:
Made Suwitri (perempuan) – kejadian di Pasar Kumbasari.
Maimunah (perempuan) – kejadian di Jl. Hasanudin.
Bapak Amin Suwandi (laki-laki) – kejadian di Jl. Cokroaminoto.
Lebih dari 200 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga nelayan lokal. Alut canggih seperti drone thermal, aqua eye, rubber boat, hingga kano turut digunakan untuk mempercepat pencarian.
Meski cuaca cerah berawan, proses pencarian masih terkendala oleh arus sungai yang keruh dan banyaknya sampah di sepanjang Tukad Badung.
Hingga pukul 18.00 Wita, operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali esok hari. (rah)











