5 Taman Nasional di Indonesia yang Masuk Warisan Dunia UNESCO, Suguhkan Panorama Menakjubkan

BARO NOV F 24
Pemandangan Taman Nasional Lorentz di Papua. (barometerbali/dok.Arfani Mujib via Wikimedia Commons, CC-BY-SA-4.0)

Barometer Bali | Denpasar – Indonesia dijuluki negeri megabiodiversitas, karena ribuan spesies langka flora dan fauna hidup di sepanjang wilayah tanah air.

Menjadi rumah bagi banyaknya makhluk hidup, baik itu di puncak gunung tertinggi hingga di dasar laut terdalam, membuat Indonesia memiliki beberapa taman nasional yang diakui internasional.

Telah mendapat pengakuan dunia, lima taman nasional di Indonesia masuk dalam jajaran daftar warisan dunia UNESCO dan taman warisan ASEAN.

1. Taman Nasional Lorentz di Papua

Taman Nasional Lorentz di Papua adalah taman nasional terbesar di Asia Tenggara, dan diakui sebagai daftar warisan dunia UNESCO dan Taman Warisan ASEAN.

Taman nasional ini membentang sejauh 2,35 juta hektar dari Puncak Jaya hingga pesisir Laut Arafura.

Lanskap taman nasional ini menakjubkan dengan gletser di puncak gunung.

Dikelilingi dengan rimbunnya hutan hujan tropis, rawa dan pesisir pantai di sana masih jarang terjamah orang.

Di Lorentz, sebuah puncak legendaris berdiri kokoh. Menyandang tujuh puncak tertinggi dunia (Seven Summits),

Puncak Jaya atau Carstenz Pyramid menjulang tinggi di sana dengan ketinggian 4.884 mdpl.

Berita Terkait:  Rekomendasi 9 Destinasi Liburan Tahun Baru di Bali Paling Populer

Tak hanya memiliki keindahan alam yang luar biasa, Lorentz juga merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati.

Burung Cendrawasih hidup di taman nasional ini, bersama dengan kanguru pohon dan puyuh salju yang juga hidup rukun di sana.

Tumbuh pula secara alami keragaman flora seperti sarang semut, nipah, dan bakau.

2. Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh dan Sumatera Utara

Taman Nasional Gunung Leuser yang terbentang di bagian barat Indonesia, tepatnya di Aceh dan Sumatera Utara juga termasuk dalam daftar.

Beberapa pengakuan disabet oleh Taman Nasional Gunung Leuser ini, mulai dari diakui dunia sebagai Cagar Biosfer UNESCO, Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera, dan Taman Warisan ASEAN.

Surga bagi hutan hujan tropis ini juga merupakan rumah bagi ribuan spesies tumbuhan dan ratusan satwa langka, yang menghuni sekiat 838 ribu hektar taman ini.

Termasuk empat satwa ikonik Indonesia hidup di dalamnya, yaitu Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Badak Sumatera, dan Orangutan Sumatera.

Tak hanya fauna, tapi flora di hutan tropis ini juga sangat eksotis. Mulai dari titan arum dengan tinggi mencapai tiga meter ketika bermekaran, hingga bunga raksasa Rafflesia arnoldii yang diameternya mencapai satu meter.

Berita Terkait:  7 Destinasi Wisata Seru untuk Merayakan Tahun Baru dan Sambut 2026 di Bali

3. Taman Nasional Baluran di Jawa Timur

Taman Nasional Baluran di Jawa Timur dijuluki “Africa van Java” karena di sana membentang panorama savana seluas 10 ribu hektar.

Taman Nasional Baluran mendapat pengakuan internasional, termasuk dalam bagian Cagar Biosfer Blambangan UNESCO.

Berada di perbatasan Situbondo dan Banyuwangi, Taman Nasional Baluran mempesona dengan padang rumput yang luas berlatar kemegahan Gunung Baluran, lanskapnya ini seperti di Afrika.

Banteng Jawa, Rusa Timor, Merak Hijau, dan Macan Tutul Jawa yang hidup di sana semakin memperkuat nuansa savana.

Belum lagi keragaman flora widoro bukol dan mimba yang tumbuh di ekosistem Baluran ini.

4. Taman Nasional Ujung Kulon di Banten

Sejak letusan dahsyat Gunung Krakatau 1883, Taman Nasional Ujung Kulon menjadi saksi bisu sejarah panjang alam di sana, karena taman nasional ini merupakan yang tertua di Indonesia.

Seluas 122 ribu hektar, kawasan ini adalah satu-satunya habitat alami bagi badak jawa yang tersisa di dunia.

Berita Terkait:  View Keindahan Gunung Batur, Sari Organik Pulu Mujung Warung Kintamani Tawarkan Kulineran Enak

Tak hanya badak jawa, taman nasional ini juga rumah untuk owa jawa, kubung sunda, dan manuk bueuk.

Tak lupa tumbuh subur di sana cerlang laut, kokoleceran, dan merbau.

Taman Nasional Ujung Kulon diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Selain itu, berkat komitmennya dalam konservasi satwa langka, taman nasional ini mendapat penghargaan Environmental Enforcement Recognition of Excellence (AEEE) dari UN Environment Program.

5. Taman Nasional Wakatobi di Sulawesi Tenggara

Terakhir, surga bawah laut Taman Nasional Wakatobi seluas 1,39 juta hektar di Sulawesi Tenggara mendapat pengakuan dari UNESCO dan lembaga internasional lainnya.

Taman nasional ini diakui sebagai Cagar Biosfer UNESCO dan Taman Warisan ASEAN.

Dihuni oleh kawanan penguasa laut seperti penyu sisik, penyu hijau, ikan napoleon, lumba-lumba totol, sampai cerak melayu.

Ekosistem di sana juga diseimbangkan oleh tumbuhan lamun dan bakau sejati.

Kerajaan karang yang megah bersembunyi di bawah laut Wakatobi.

Setidaknya 90 persen jenis karang dunia ada di sana, termasuk salah satu karang terpanjang di dunia yaitu karang atol sepanjang 48 kilometer. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI