Barometerbali.com | Denpasar – Makanan dan minuman kemasan sering dianggap pilihan sehat, padahal beberapa produk justru mengandung risiko tersembunyi yang dapat mengganggu kesehatan dalam jangka panjang.
Label seperti low fat, natural, atau organik pada makanan dan minuman tidak selalu menjamin produk benar-benar aman untuk dikonsumsi secara rutin setiap hari.
Mengabaikan kandungan gizi hanya karena klaim sehat pada kemasan bisa membuat konsumen terjebak risiko penyakit serius di kemudian hari.
Dilansir dari Instagram @klikdokter dan laman kliniklin.co.id, berikut enam makanan dan minuman kemasan yang sebaiknya tidak dianggap sepenuhnya menyehatkan.
1. Granola Kemasan
Granola sering dipilih sebagai sarapan sehat, tetapi banyak produk kemasan justru mengandung gula tambahan yang tinggi dan tidak baik bagi tubuh.
Kandungan gula yang berlebihan dalam granola kemasan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hingga masalah metabolisme serius lainnya.
Selain gula, granola kemasan sering dilengkapi minyak tambahan yang membuat kadar kalorinya melonjak sehingga konsumsinya bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung.
2. Salad Dressing Kemasan
Salad sering dianggap sehat, tetapi dressing kemasan biasanya penuh gula, natrium, dan lemak trans yang mengganggu manfaat sayuran segar.
Penggunaan dressing kemasan secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, memperbesar risiko kolesterol tinggi, bahkan memicu penyakit jantung.
Kandungan pengawet dan perasa buatan dalam dressing kemasan juga bisa memberi beban tambahan pada tubuh, terutama bila dikonsumsi jangka panjang.
3. Yogurt Kemasan
Yogurt kemasan rasa buah tampak menyehatkan, padahal seringkali ditambahkan gula buatan dalam jumlah tinggi yang mengurangi manfaat probiotiknya.
Terlalu sering mengonsumsi yogurt kemasan bisa menambah kalori harian secara signifikan sehingga memicu kenaikan berat badan yang tidak terkendali.
Selain itu, pemanis buatan dalam yogurt kemasan juga bisa menimbulkan masalah pencernaan bagi sebagian orang yang sensitif terhadap kandungan tersebut.
4. Produk Low Fat
Banyak orang memilih produk berlabel low fat, padahal produsen biasanya menambah gula agar rasa tetap enak sehingga produk tidak lebih sehat.
Kandungan gula tinggi pada produk low fat dapat memengaruhi kestabilan gula darah dan meningkatkan risiko sindrom metabolik yang berbahaya.
Produk ini juga sering mengandung aditif sintetis sebagai pengganti lemak, yang justru bisa menimbulkan masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
5. Teh Herbal Kemasan
Teh herbal kemasan sering dipasarkan sebagai minuman sehat, padahal kadar gulanya tinggi dan dapat membahayakan kesehatan jika diminum terlalu sering.
Tingginya gula pada teh kemasan bisa memicu peningkatan kadar gula darah, obesitas, hingga memperbesar risiko terkena diabetes mellitus tipe 2.
Konsumsi jangka panjang teh kemasan juga bisa menyebabkan gangguan metabolisme tubuh, sehingga manfaat teh alami tidak lagi terasa maksimal.
6. Jus Buah Kemasan
Jus buah kemasan kehilangan sebagian besar serat alaminya sehingga manfaat buah segar tidak sepenuhnya didapat oleh tubuh.
Selain rendah serat, jus kemasan umumnya mengandung tambahan gula yang sangat tinggi sehingga meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolisme.
Jika dikonsumsi secara rutin, jus kemasan dapat memperbesar kemungkinan terkena penyakit kardiovaskular akibat lonjakan kadar gula darah yang terus-menerus.
Makanan dan minuman kemasan yang terlihat sehat tidak selalu aman bagi tubuh, terutama jika dikonsumsi rutin tanpa memperhatikan kandungan gizi di dalamnya.
Penting membaca label dengan teliti agar tidak terjebak klaim menyehatkan yang justru menyimpan risiko kesehatan berbahaya. (ari)











