Buleleng | barometerbali – Desa Wisata Les termasuk desa wisata yang diunggulkan di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.
Hal ini dibuktikan dengan masuknya Desa Les dalam daftar 50 besar Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2024.
Beberapa daya tarik wisata yang ditawarkan di Desa Les meliputi wisata alam, seperti Air Terjun Yeh Mampeh, Tracking Bukit Yangudi, dan tempat melukat Yeh Anakan.
Tidak hanya itu, Desa Les juga dikenal dengan beragam produk ekonomi kreatif masyarakat setempat.
“Desa Les di Kecamatan Tejakula memang banyak sekali produk-produk dari pertanian, terutama terkait dengan lontar, karena banyak pohon lontar di sini sehingga dijadikan industri rumahan seperti arak dan gula juruh,” kata Kepala Desa Les, Gede Adi Wistara saat ditemui di Dapur Bali Mula, Bali, beberapa bulan lalu.
Para wisatawan yang berkesempatan mampir ke Desa Les akan menemukan beberapa produk lokal yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh.
Berikut Oleh-Oleh Khas Desa Les
1. Arak bali
Gede menuturkan, banyaknya komoditas lontar yang tumbuh di Desa Les membuat masyarakat mengolah lontar menjadi beragam produk, salah satunya arak.
Bila tertarik dengan olahan arak khas Bali, salah satu tempat yang bisa dikunjungi yaitu Dapur Bali Mula.
Di tempat ini, wisatawan bisa melihat proses pembuatan arak yang masih tradisional, termasuk menyicipinya.
2. Gula juruh lontar
Olahan lontar lainnya yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh dari Desa Les yaitu gula juruh lontar.
Juruh merupakan pemanis alami dari tuak manis lontar yang diproses secara tradisional tanpa bahan pengawet, pewarna, dan perasa.
Bila tertarik dengan gula juruh lontar, wisatawan bisa membeli produk di Dapur Mula Bali atau di tempat oleh-oleh khas Bali setempat.
3. Garam laut
Pilihan oleh-oleh lainnya dari Desa Les yaitu garam laut. Garam laut di desa ini organik dan diolah secara tradisional.
Selain ada garam laut biasa, ada pula garam laut rasa bawang. Jenis garam ini diolah secara khusus sehingga memiliki rasa dan aroma khas bawang.
4. Gula bali
Selain gula juruh lontar, ada pula gula bali biasa.
Gula jenis ini dibuat dari olahan gula lontar dan diproses secara alami.
Berbeda dengan gula juruh lontar, gula bali ini konsistensinya lebih cair dan warnanya lebih cerah dibanding gula juruh.
5. Lengis Tanusan
Di Desa Les terdapat minyak goreng yang diolah dari buah kelapa di pesisir laut Bali Utara, namanya Lengis Tanusan.
Minyak kelapa ini berwarna bening, diolah secara tradisional dan memiliki rasa dan aroma khas natural.
6. Olahan keladi kuning
Produk minuman kesehatan yang menarik dicoba saat mampir ke Desa Les yaitu olahan keladi kuning.
Keladi yang dipakai di daerah ini yaitu keladi togog kuning, dicampur dengan creamer dan perasa.
Olahan keladi kuning di Desa Les dikemas dalam bentuk bubuk minuman, dan bisa diminum dengan cara menyeduhnya dengan air hangat. (ari)











