Barometer Bali | Denpasar – Menyikapi perkembangan aksi solidaritas yang awalnya berlangsung damai di Mapolda Bali, Sabtu (30/8/2025), namun kemudian berlanjut dengan indikasi tindakan anarkis di kawasan Renon dan Tanjung Bungkak, Bandesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, mengeluarkan imbauan resmi.
Dalam pernyataannya, Bandesa Agung meminta seluruh Bandesa Adat, Kelian Adat, Prajuru, Pacalang, Yowana, Pakis, dan seluruh krama adat agar tidak terprovokasi untuk ikut dalam aksi jalanan yang berpotensi merusak keamanan dan ketertiban Bali.
“Pacalang dan Bankamda agar dikerahkan mengamankan wewidangan masing-masing, serta mengantisipasi ajakan atau provokasi yang bisa merusak kedamaian,” tegasnya.
Desa adat di wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar juga diminta meningkatkan kewaspadaan serta mendukung aparat TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas. Bandesa Agung menegaskan, menjaga Bali tetap damai adalah titah leluhur sekaligus amanat suci, bukan semata karena pariwisata yang menopang 86 persen ekonomi Bali.
“Mari bersama-sama menjaga tanah Bali agar tidak tercoreng oleh perilaku anarkis yang hanya membawa kerugian besar bagi kita semua,” imbuhnya.
Bandesa Agung memastikan pihaknya bersama seluruh prajuru MDA se-Bali terus berkoordinasi dengan Gubernur Bali, DPRD, Kapolda, TNI, serta seluruh desa adat untuk memastikan keamanan segera pulih kembali. (red)











