Barometer Bali | Denpasar — Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan generasi muda, LSPR Institute Bali resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan HIPMI Denpasar pada Selasa, 13 Mei 2026 di Denpasar.
Kolaborasi ini bertujuan untuk membuka lebih banyak peluang pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang entrepreneurship, leadership, networking, dan pengalaman industri secara langsung.
Melalui kerja sama ini, LSPR Institute Bali dan HIPMI Denpasar akan menginisiasi pembentukan HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT) sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi bisnis, membangun jejaring profesional, serta memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus.
Mahasiswa LSPR Institute Bali juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program joint internship di berbagai perusahaan yang tergabung dalam anggota HIPMI Denpasar. Program ini diharapkan mampu memberikan pengalaman praktis dan pemahaman nyata mengenai dunia industri dan bisnis kepada mahasiswa.
Tidak hanya itu, kerja sama ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat sebagai volunteer dalam berbagai event dan kegiatan yang diselenggarakan oleh HIPMI Denpasar. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, manajemen acara, teamwork, serta memperluas relasi profesional mahasiswa.
Head of LSPR Institute Bali, Arsita Putri menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan semata, namun dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan institusi.
“Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menghadirkan peluang pengembangan diri dan pengalaman industri bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha,” ujar Arsita Putri.
Sementara itu, Ketua Umum BPC HIPMI Denpasar, I Wayan Putu Wawan Widiana menegaskan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan organisasi pengusaha dalam mencetak generasi entrepreneur muda yang siap bersaing di era global.
“Kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha menjadi kunci dalam membentuk generasi muda yang kreatif, inovatif, adaptif, dan memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat,” ungkapnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa maupun perkembangan ekosistem bisnis dan pendidikan di Bali. (rah)










