Barometer Bali | Denpasar – Sebuah dapur tradisional semi permanen di Gang IV Jalan Hayam Wuruk, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, terbakar pada Selasa (19/5) sekitar pukul 06.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bangunan dapur berbahan kayu hangus dilalap api.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, kebakaran diduga dipicu percikan api dari tungku saat korban memasak menggunakan kayu bakar.
“Korban saat itu sedang memasak di dapur tradisional menggunakan kayu bakar. Percikan api dari dalam tungku diduga jatuh ke tumpukan kayu bakar di samping tungku sehingga api dengan cepat membesar dan membakar area dapur,” ujarnya.
Korban diketahui bernama I Ketut Lipog (78). Ia sempat berupaya memadamkan api dengan menyiram menggunakan air keran, namun kobaran api terus membesar dan tidak dapat dikendalikan.
Korban kemudian menghubungi anaknya, I Ketut Sukrata (42), untuk meminta bantuan. Setelah mendapat kabar tersebut, Sukrata yang sedang bekerja langsung pulang ke rumah dan meminta bantuan warga sekitar untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Namun proses pemadaman sempat mengalami kendala lantaran akses menuju lokasi berada di gang sempit sehingga kendaraan damkar tidak bisa menjangkau titik kebakaran secara langsung.
“Petugas pemadam harus menyambungkan beberapa selang untuk menjangkau lokasi kebakaran karena akses gang yang sempit,” kata Iptu Adi Saputra Jaya.
Akibat kejadian itu, satu unit dapur semi permanen berbahan kayu beserta tumpukan kayu bakar ludes terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.
Pihak keluarga juga tidak melaporkan peristiwa itu ke kepolisian dan menganggap kebakaran tersebut sebagai musibah kecelakaan.











