Terjebak Air Pasang di Tebing Padang-Padang, Dua Turis Rusia Diselamatkan Tim SAR

IMG-20260531-WA0036
Tim SAR gabungan mengevakuasi dua WNA asal Rusia, setelah terjebak akibat air laut pasang di kawasan Pantai Padang-Padang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (30/5/2026) malam. (barometerbali/red)

Barometer Bali | Badung  – Dua warga negara asing (WNA) asal Rusia berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan setelah terjebak akibat air laut pasang di kawasan Pantai Padang-Padang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (30/5/2026) malam.

Kedua wisatawan tersebut diketahui bernama Shumskikh Ariadna Anatolievna (22) dan Kristia Kirill Eduardovich (23). Sebelumnya mereka berjalan menyusuri kawasan pantai sekitar pukul 17.00 Wita. Namun tanpa disadari, air laut mulai pasang dan terus meningkat hingga menutup jalur yang mereka lalui.

Akibatnya, kedua wisatawan tidak dapat kembali ke lokasi semula dan terjebak di area tebing pantai yang sulit dijangkau.
Laporan mengenai kejadian itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 21.20 Wita dari seorang pelapor bernama Wedi.

Berita Terkait:  13 WNI Gagal Berangkat, Imigrasi Ngurah Rai Curigai Modus Haji Ilegal

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR segera berkoordinasi dengan Balawista dan Polsek Kuta Selatan sebelum memberangkatkan tujuh personel menuju lokasi sekitar pukul 21.30 Wita.

Setibanya di Pantai Padang-Padang pukul 22.05 Wita, tim langsung melakukan koordinasi dan bergerak menuju titik keberadaan korban berdasarkan koordinat yang dikirimkan. Sekitar satu jam kemudian, posisi kedua korban berhasil ditemukan.

Meski demikian, proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan karena medan yang sangat berat. Tebing curam dan tajam serta minimnya penerangan menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat.

Berita Terkait:  BPOM Denpasar Bongkar Peredaran Obat Terlarang, 15 Tersangka Diringkus

Selama menunggu upaya evakuasi, kedua korban tetap berada dalam pemantauan intensif Tim SAR gabungan. Berdasarkan hasil penilaian di lapangan, korban berada di lokasi yang relatif aman, jauh dari jangkauan ombak dan masih dapat berkomunikasi dengan petugas.

Tim SAR kemudian mencari jalur dan metode evakuasi paling aman. Setelah berjibaku di medan ekstrem selama beberapa jam, petugas akhirnya memutuskan menggunakan teknik evakuasi ketinggian (high angle rescue). Seorang personel diturunkan menggunakan tali ke lokasi korban sebelum mengevakuasi keduanya satu per satu menuju tempat yang aman.

Berita Terkait:  Pria Asal Grobogan Ditemukan Meninggal di Bekas Kantor Konstruksi di Jimbaran

“Berdasarkan pertimbangan di lapangan dengan mengutamakan keselamatan korban maupun personel, sekitar pukul dua dini hari korban berhasil kita evakuasi dalam keadaan selamat,” ujar Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Wahyu.

Operasi penyelamatan ini melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari tujuh personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, tiga personel Polairud Polresta Denpasar, dua personel Balawista, serta dukungan rekan korban dan masyarakat setempat. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI