Barometer Bali | London – Gubernur Bali, Wayan Koster mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah modern di Inggris sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Bali. Kegiatan tersebut dilakukan melalui kunjungan ke fasilitas pengelolaan limbah dan daur ulang milik BIFFA di Inggris dalam rangkaian agenda kerja di London.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Koster bersama Menteri Lingkungan Hidup RI dan jajaran meninjau proses pengelolaan sampah yang diterapkan mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan kembali menjadi material yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri. Fasilitas tersebut mengelola sampah rumah tangga maupun industri dengan sistem yang terintegrasi dan didukung teknologi pemilahan modern.
Pada proses pengelolaan yang ditinjau, sampah nonorganik dipilah sesuai jenis materialnya untuk kemudian diproses lebih lanjut. Sampah plastik yang telah dipilah dapat diolah kembali sebagai bahan baku industri, sementara kemasan yang masih memiliki nilai guna diarahkan ke proses daur ulang sehingga mampu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Koster menilai pengalaman Inggris dalam membangun sistem pengelolaan sampah modern dapat menjadi referensi penting bagi Bali dalam memperkuat tata kelola persampahan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Usai peninjauan lapangan, rombongan juga melakukan diskusi bersama manajemen BIFFA terkait peluang penerapan praktik-praktik pengelolaan sampah yang relevan untuk dikembangkan di Bali. Pembahasan turut mencakup penguatan peran produsen dalam pengelolaan limbah serta dukungan regulasi untuk menciptakan sistem persampahan yang lebih terintegrasi.
Kunjungan ini diharapkan menjadi salah satu langkah memperkaya pengalaman dan memperkuat arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan sebagai bagian dari agenda pembangunan hijau di daerah. (red)










