Masuk KEN Kemenpar, Jatiluwih Festival VII 2026 Sukses Digelar, Run 5K Diikuti 2.000 Pelari

Screenshot_20260630_140356_Chrome
Desa Wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, kawasan Warisan Budaya Dunia UNESCO kini tembus masuk agenda KEN Kemenpar. (barometerbali/jatiluwih.id)

Barometer Bali | Tabanan – Jatiluwih Festival VII sukses digelar selama dua hari, 20–21 Juni 2026, di Desa Wisata Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Perhelatan yang berlangsung di kawasan Warisan Budaya Dunia UNESCO tersebut menjadi penyelenggaraan paling istimewa karena untuk pertama kalinya masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara 2026 (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

Keberhasilan Jatiluwih Festival menembus kurasi KEN menjadi pengakuan nasional atas konsistensi pengelolaan pariwisata berbasis pelestarian alam, budaya, dan sistem Subak, sekaligus memperkuat posisi Jatiluwih sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian utama adalah penyelenggaraan Run 5K pada Minggu (21/6/2026). Berkolaborasi dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia dalam rangka memperingati 100 Tahun Pariwisata Bali, ajang lari perdana di kawasan Jatiluwih tersebut berhasil diikuti sekitar 2.000 pelari dari berbagai komunitas lari di Bali dan luar daerah.

Berita Terkait:  9 Destinasi Solo Traveling Terbaik dan Aman di Indonesia Terutama bagi Pemula

Para peserta menikmati pengalaman berlari menyusuri kawasan persawahan terasering Jatiluwih yang terkenal dengan panorama alamnya yang indah dan udara pegunungan yang sejuk. Kegiatan ini sekaligus memperkuat pengembangan sport tourism yang dipadukan dengan potensi budaya dan alam Bali.

Manager Manajemen Operasional DTW Jatiluwih, John Ketut Purna, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan festival tahun ini.

Berita Terkait:  5 Destinasi Wisata Religi di Bali untuk Menyambut Perayaan Hari Raya Galungan

“Jatiluwih Festival VII bukan sekadar selebrasi budaya, melainkan simbol kebangkitan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan. Masuknya festival ini ke dalam KEN Kemenpar serta kolaborasi bersama ASITA melalui Run 5K menjadi bukti bahwa alam, olahraga, dan budaya dapat berjalan beriringan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran ribuan peserta Run 5K memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Tingkat hunian homestay meningkat, kunjungan ke warung dan UMKM lokal bertambah, serta produk unggulan Jatiluwih seperti beras merah dan kopi semakin dikenal oleh wisatawan.

Berita Terkait:  Menjajal Perawatan Spa di Tepi Tebing Bali, Bagaimana Rasa dan Sensasinya?

Selain Run 5K, Jatiluwih Festival VII juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya Bali, pameran produk UMKM, sajian kuliner khas Tabanan, serta edukasi mengenai sistem pertanian Subak yang menjadi identitas Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Suksesnya penyelenggaraan Jatiluwih Festival VII diharapkan semakin memperkuat citra Jatiluwih sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih bergaya jurnalistik dengan tambahan data capaian pengunjung, transaksi UMKM, dan kutipan dari pihak ASITA maupun Pemerintah Kabupaten Tabanan. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI