Barometer Bali | Denpasar – Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung atau yang lebih dikenal dengan nama Puputan Badung akan menjadi pusat kemeriahan Piala Dunia FIFA 2026 melalui gelaran Festival Rakyat 2026 yang menghadirkan nonton bareng (nobar), bazar UMKM, hiburan rakyat, hingga beragam aktivitas komunitas. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, 15–19 Juli 2026, mulai pukul 16.00 Wita hingga dini hari.
Festival tersebut merupakan hasil kolaborasi Kodam IX/Udayana, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bali, dan Pemerintah Kota Denpasar, dengan dukungan berbagai instansi dan mitra.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini sejalan dengan semangat Vasudhaiva Kutumbhakam, yang mengedepankan kebersamaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Di sisi lain, festival ini turut menggerakkan ekonomi kreatif, memberdayakan UMKM, serta membangun ruang kebersamaan yang positif,” ujar Jaya Negara.
Ketua KADIN Bali, I Made Ariandi, didampingi Ketua Panitia Ketut Angpribawa, mengatakan Festival Rakyat 2026 tidak hanya menghadirkan nobar pertandingan semifinal hingga final Piala Dunia FIFA 2026, tetapi juga diramaikan berbagai kegiatan menarik.
“Pengunjung dapat menikmati bazar puluhan UMKM, pertunjukan musik dan tari modern, yoga bersama, kompetisi gim yang digelar ESI Denpasar, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, arena bermain anak, hingga pojok foto dengan latar alat utama sistem senjata (alutsista) TNI,” jelas Ariandi.
TVRI Bali sebagai pemegang hak siar Piala Dunia FIFA 2026 bersama PLN UID Bali turut mendukung kelancaran penyelenggaraan acara. Sementara puluhan pelaku UMKM yang terlibat merupakan binaan Bank Indonesia, KADIN Bali, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kota Denpasar. Perum Bulog juga ambil bagian melalui penyelenggaraan pasar murah.
Panitia mengajak masyarakat Bali, khususnya warga Kota Denpasar, untuk hadir memeriahkan Festival Rakyat 2026 yang terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.
“Selain menyaksikan pertandingan bergengsi Piala Dunia FIFA 2026, masyarakat juga dapat menikmati berbagai hiburan dan mendukung produk-produk UMKM lokal,” imbuh Angpribawa. (red)










