Serupa tapi Tak Sama, Berikut Perbedaan Gudeg Jogja dan Solo yang Punya Ciri Khas Masing-masing

BARO JULI F 24
Serupa tapi tak sama, berikut perbedaan Gudeg Jogja dan Solo yang punya ciri khas masing-masing. (barometerbali/dok.GettyImages)

Barometerbali.com | Yogyakarta – Gudeg identik sebagai kuliner khas Jogja, tapi ada juga gudeg diracik dengan rasa khas Solo.

Lantas, apa yang membedakan keduanya?.

Apa hal yang pertama kali dipikirkan ketika mendengar kuliner gudeg?

Pasti semua orang langsung teringat bahwa gudeg merupakan kuliner khas DIY Yogyakarta.

Itu memang benar.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa Solo, Jawa Tengah juga memiliki kuliner gudeg.

Gudeg sendiri merupakan kuliner yang terbuat dari nangka muda dengan cita rasa gurih manis.

Berita Terkait:  5 Kuliner Favorit Khas Yogyakarta yang Bikin Rindu, Makan Kenyang dan Dompet Aman!

Meskipun sama-sama terbuat dari nangka muda, tetapi antara gudeg Jogja dan gudeg Solo ada beberapa perbedaan.

Nah, perbedaan tersebutlah yang menjadi ciri khas masing-masing.

Dikutip dari Good News From Indonesia, berikut perbedaan gudeg Jogja dan Solo.

1. Gudeg Jogja

Gudeg identik dengan Jogja hingga Jogja mendapat julukan Kota Gudeg.

Gudeg khas Jogja ini memiliki warna kecoklatan, karena saat proses memasak nangka mudanya dicampur dengan daun jati yang dimasak dalam waktu lama.

Untuk rasanya, gudeg Jogja cenderung manis dengan tekstur yang halus.

Berita Terkait:  Indahnya Kebangetan! 4 Spot Menarik Menikmati Lautan Awan di Bali yang Menakjubkan

Pada penyajiannya, gudeg khas Jogja ini biasa disajikan dengan lauk, seperti pindang telur ayam atau bebek, opor ayam, tempe atau tahu bacem, dan sambal goreng krecek pedas.

Gudeg tersebut kemudian disajikan menggunakan daun pisang, kendi atau besek untuk porsi besar.

Gudeg Jogja biasanya kering karena diproses dalam waktu lama hingga cairannya menguap.

2. Gudeg Solo

Berbeda dengan gudeg khas Solo yang warnanya agak keputihan dan berkuah.

Berita Terkait:  8 Tempat Makan di Jogja dengan Pemandangan Indah Menakjubkan, Cocok untuk Healing

Rasanya pun tidak semanis gudeg khas Jogja.

Ada sentuhan rasa gurih karena gudegnya disajikan dengan kuah.

Lauk-pauk pelengkapnya pun berbeda.

Gudeg Solo umumnya disajikan dengan ceker, daun singkong muda, dan kacang tolo atau kacang beras yang dimasak bersama sambal goreng krecek.

Bahkan di beberapa tempat makan ada yang disajikan dengan bubur.

Gudeg Solo cenderung basah agak nyemek, karena dari penyajian disiram kuah santan.

Meski berbeda, tetapi gudeg Jogja dan Solo sama-sama memiliki kelezatan tersendiri. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI