Barometer Bali | Denpasar – Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (Pengprov ORADO) Bali resmi diterima sebagai anggota baru KONI Provinsi Bali. ORADO kini mulai mempersiapkan atlet domino untuk tampil sebagai cabang olahraga eksibisi pada Porprov Bali 2027.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (21/7/2026).
Sekretaris Umum Pengprov ORADO Bali, Gede Subianta Eka Kresnawan atau Bli Eka, mengatakan bergabungnya ORADO dengan KONI membuka peluang pembinaan atlet domino secara lebih masif dan terstruktur.
“Pembinaan atlet domino bisa dilaksanakan lebih masif lagi dan bisa dipertandingkan secara resmi dalam pesta olahraga seperti Porprov, PON, dan lainnya,” kata Eka saat ditemui di sela-sela Rakerprov KONI Bali.
Eka mengatakan ORADO Bali telah memenuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan KONI. Syarat tersebut meliputi pembentukan pengurus cabang minimal di lima kabupaten atau kota, pelaksanaan kejuaraan cabang dan kejuaraan provinsi, serta penyelenggaraan Rakerprov.
Saat ini, kepengurusan ORADO telah terbentuk dan bergerak aktif di delapan kabupaten dan kota di Bali. Jembrana menjadi satu-satunya daerah yang belum memiliki kepengurusan.
“Dalam waktu dekat akan kami konsolidasikan guna persiapan Porprov,” ujarnya.
ORADO Bali kini sedang dipersiapkan untuk mengikuti Porprov Bali 2027 sebagai cabang olahraga eksibisi. Namun, sejumlah ketentuan teknis masih harus dibahas lebih lanjut bersama KONI Bali.
Eka menyebut sekitar 220 atlet domino telah terdaftar dan tersebar di seluruh Bali. Untuk meningkatkan kemampuan atlet, ORADO akan menggelar kompetisi secara bertahap, mulai dari turnamen kecil hingga turnamen berskala besar.
Turnamen tersebut akan dijadikan ajang pemanasan, evaluasi, dan pemantapan atlet sebelum mengikuti kompetisi resmi.
Selain menyasar atlet senior, ORADO Bali juga akan memperluas pembinaan ke kalangan pelajar. Sosialisasi akan digencarkan ke sekolah menengah atas untuk membangun ekosistem kompetisi di tingkat junior.
“Harapannya nanti domino bisa menjadi ekstrakurikuler di sekolah,” kata Eka.
ORADO Bali juga akan kembali mengadakan Training of Referee untuk menyiapkan wasit yang memahami regulasi pertandingan. Pelatihan tersebut diharapkan mampu menciptakan kompetisi domino yang profesional, adil, dan berkualitas.
Eka berharap keanggotaan ORADO di KONI Bali menjadi pintu masuk bagi penguatan organisasi, peningkatan kompetisi, serta lahirnya atlet domino Bali yang mampu berprestasi di tingkat daerah dan nasional. (rah)











