Barometer Bali | Gianyar – Upaya memperkuat daya saing produk lokal terus dilakukan akademisi Universitas Warmadewa melalui penerapan teknologi pangan terapan. Salah satunya dengan mentransformasikan komoditas teh khas daerah, Teh Ong, menjadi minuman kekinian berupa Es Lumut bertekstur lembut dan kenyal di Banjar Lantangidung, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Inovasi ini memanfaatkan teknik pengolahan hidrokoloid sederhana yang dipadukan dengan ekstrak buah lokal seperti melon dan mangga untuk menciptakan nilai tambah serta memikat preferensi konsumen generasi muda.
Penanggung jawab kegiatan sekaligus akademisi dari Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa, Dr. Ni Luh Putu Putri Setianingsih, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa penerapan teknologi hidrokoloid menjadi kunci utama dalam mengubah karakteristik fisik minuman tanpa menghilangkan identitas cita rasa asli teh daerah.
“Formulasi Es Lumut Teh Ong ini kami rancang untuk memadukan kekhasan rasa teh lokal dengan kesegaran rasa buah. Pengolahan hidrokoloid memberi tekstur unik menyerupai lumut yang lembut namun kenyal. Langkah ini tidak hanya memperpanjang value chain atau rantai nilai Teh Ong, tetapi juga menghadirkannya dalam wujud yang relevan dengan selera pasar saat ini,” ujar Dr. Ni Luh Putu Putri Setianingsih saat dikonfirmasi di Denpasar, Kamis (6/8/2026).
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Warmadewa. Rangkaian pelatihan dan pendampingan secara langsung kepada mitra telah dilaksanakan pada Minggu (26/7/2026) lalu.
Pelaksanaan hilirisasi tersebut melibatkan partisipasi aktif dari Kelompok PKK Merta Nadi Banjar Lantangidung. Para anggota kelompok diberikan pembekalan komprehensif, mulai dari standar operasional prosedur pembuatan, kontrol kualitas secara berkelanjutan, hingga penerapan higienitas sanitasi pangan.
Ketua Mitra Kelompok PKK Merta Nadi, Sumarnik, menyambut positif hadirnya diversifikasi produk ini. Menurutnya, pemanfaatan bahan baku yang terjangkau dan resep yang terukur memudahkan anggota PKK untuk mereplikasi produk secara mandiri sebagai peluang usaha baru.
Selain fokus pada aspek formulasi teknis, tim PkM Universitas Warmadewa juga membekali mitra dengan tata kelola pengemasan (packaging) modern berspesifikasi food grade yang dilengkapi identitas visual menarik, serta strategi pemasaran berbasis digital. Langkah ini diproyeksikan mampu membawa Es Lumut Teh Ong menembus pasar ritel yang lebih luas di kawasan Gianyar dan sekitarnya. (Rah)











