Perkuat Tata Kelola Desa Wisata Belumbang, Dispar Tabanan Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Berbasis Kolaborasi

Tata Kelola Desa Wisata 2026-08-27 at 14.22.51_tIA9Y6YS6u
Foto: oto: Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kawasan Strategis Pariwisata di Desa Wisata Belumbang, Rabu (26/8). (barometerbali/rah/tmc)

Barometer Bali | Singasana – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pariwisata terus berkomitmen memperkuat tata kelola dan keberlanjutan sektor pariwisata berbasis masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten/Kota yang dikemas dalam bentuk Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pelaku Usaha Pariwisata di Desa Wisata Belumbang.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026 di Warung CS. Bedha tersebut diikuti oleh 40 orang peserta dari Desa Wisata Belumbang. Acara ini menghadirkan narasumber pakar, Dr. Dinar Sukma Pramesti, S.T., M.T., yang merupakan akademisi sekaligus Ketua LPPM Politeknik Internasional Bali, dengan membawakan materi bertajuk “Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kolaborasi”.

Berita Terkait:  Bupati Sanjaya Lantik 61 Pejabat di Tabanan, Tegaskan Jabatan adalah Amanah untuk Wujudkan Kinerja Nyata

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I  Made Agus Harta Wiguna menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pengelola di tingkat desa agar potensi wisata dapat tergarap secara maksimal dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga setempat.

“Desa wisata tidak boleh hanya berhenti pada pembentukan struktur atau potensi semata, tetapi harus aktif beroperasional dan memberikan manfaat nyata. Organisasi diciptakan bukan untuk menambah jabatan, melainkan murni untuk membagi pekerjaan agar tujuan bersama dapat tercapai,” ujar I Made Agus Harta Wiguna.

Berita Terkait:  Peringati Hari Jadi Provinsi Bali ke-68, Gubernur Koster: Pelayanan dan Pengabdian dilakukan Tulus Iklas

Dalam materi bimtek, peserta dibekali konsep pengembangan pariwisata 4A + STAR (Attraction, Amenity, Accessibility, Ancillary, Storytelling, Tourism Event, Activity, dan Review).

Pendekatan ini dihadirkan untuk menjawab berbagai hambatan struktural dan operasional yang sering ditemui di lapangan, seperti kepengurusan yang kurang aktif, produk wisata yang belum terkemas baik, hingga distribusi manfaat ekonomi yang belum optimal.

Berita Terkait:  Sambut HUT Ke-81 RI, Pemkab Tabanan Gelar Rangkaian Acara hingga 17 Agustus 2026

Melalui penguatan kelembagaan dan semangat gotong royong, keberadaan organisasi desa wisata diharapkan mampu memfasilitasi pengambilan keputusan bersama, menyelesaikan masalah operasional, serta menjadikan masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah desa.

“Sendiri kita hanya bisa berbuat sedikit. Namun, bersama kita bisa melakukan hal yang sangat besar. Kolaborasi adalah kunci utama keberlanjutan pariwisata desa. Mari kita terus berkolaborasi membangun pariwisata Tabanan,” ujar Agus Harta Wiguna. (tmc/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI