Wastra Bukan Sekadar Kain, Wastra Adalah Identitas, Karya dan Harapan Para Pengrajin

InCollage_20260828_211545745_aDnsrPK27v_iXPu3O9a9B
Foto: Ketua Dekranasda Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, pada Lomba Fashion Show Wastra Nusantara serangkaian APKASI Otonomi Expo 2026 yang berlangsung di Nusantara Convention Hall, ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (28/8). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Klungkung – Wastra bukan sekadar kain. Di setiap helai tenun dan songket tersimpan cerita, identitas dan jati diri daerah. Karena itu, pelestarian wastra sekaligus menjadi upaya menjaga warisan budaya dan membuka peluang ekonomi bagi para pengrajinnya.

Pesan tersebut tercermin dalam kehadiran Ketua Dekranasda Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, pada Lomba Fashion Show Wastra Nusantara serangkaian APKASI Otonomi Expo 2026 yang berlangsung di Nusantara Convention Hall, ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (28/8).

Berita Terkait:  Peringatan Hari Jadi Ke-68 Provinsi Bali di Badung, Bupati : Momentum Menjaga, Memuliakan dan Menyucikan Alam Bali

Kehadiran Ny. Eva Satria menjadi bentuk komitmen Dekranasda Kabupaten Klungkung dalam memperkenalkan sekaligus mempromosikan potensi wastra daerah di tingkat nasional. Dalam ajang tersebut, Klungkung mengangkat tema “Tri Hita Karana” dengan menampilkan wastra khas Klungkung, yakni tenun cepuk, songket dan wayang Kamasan.

Wastra dari Desainer Made Sudiarkajaya tersebut dikemas dalam desain busana smart casual dan adat kontemporer, sehingga tetap mempertahankan karakter tradisional sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan mode dan kebutuhan masyarakat masa kini.

Berita Terkait:  Ikuti Rakor Mendagri, Bupati Satria Dorong OPD Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersih

Ny. Eva Satria menegaskan, Dekranasda Kabupaten Klungkung akan terus menjadi garda terdepan dalam memastikan wastra daerah tidak hanya lestari, tetapi juga mampu naik kelas. “Wastra Klungkung harus naik kelas, baik kualitasnya, pemasarannya maupun harganya. Kita ingin karya para pengrajin semakin dikenal, semakin dihargai dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi mereka,” ujarnya.

Berita Terkait:  Kepala PMD Dukcapil Bali Buka Pelatihan Posyandu ke-10, 111 Kader Buleleng Diperkuat Dukung Transformasi 6 SPM

Menurutnya, promosi dan pengembangan wastra tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif dan kesejahteraan para pengrajin. “Dukung terus wastra Kabupaten Klungkung. Karena di setiap motif ada doa, dan setiap tenunan adalah bentuk kemerdekaan ekonomi para pengrajin,” pungkasnya. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI