Barometer Bali | Klungkung – Pemerintah Kabupaten Klungkung resmi memulai pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) TK Negeri Desa Kampung Toyapakeh, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (4/9). Dimulainya proyek pendidikan senilai Rp1,38 miliar ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Bupati Klungkung, I Made Satria.
Pembangunan USB TK Negeri ini didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 lewat program Bantuan Revitalisasi/USB PAUD Angkatan 2 dari Direktorat PAUD, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Proyek ini dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan setempat (Swakelola) dengan masa pelaksanaan 135 hari kalender, terhitung sejak 31 Agustus hingga 15 Desember 2026.
Bupati Klungkung, I Made Satria, menyampaikan bahwa pembangunan sekolah ini merupakan kelanjutan dari program prioritas daerah untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di tingkat anak usia dini.
“Ini merupakan salah satu program unggulan untuk melanjutkan komitmen kepemimpinan sebelumnya, yaitu ‘Satu Desa Satu TK Negeri’. Langkah ini adalah upaya nyata pemerintah daerah dalam menyiapkan kualitas generasi penerus sejak usia dini,” ujar Bupati Satria dalam sambutannya.
Bupati berharap seluruh proses konstruksi dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan menghasilkan kualitas bangunan yang kokoh. Ia juga mengingatkan pentingnya aspek pemeliharaan fisik bangunan di masa mendatang agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Selain berfokus pada sektor pendidikan, Bupati Satria turut menyoroti kebersihan dan keteraturan wilayah Desa Kampung Toyapakeh. Menurutnya, desa tersebut memiliki peran strategis sebagai gerbang utama serta ‘wajah’ pariwisata Nusa Penida yang berkontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Klungkung.
“Desa Kampung Toyapakeh adalah wajah Nusa Penida. Mari kita jaga bersama agar tidak semrawut, tetap tertata rapi, dan bersih. Pariwisata Klungkung dapat berkembang maju, berkualitas, dan berkelanjutan jika didukung oleh lingkungan yang terawat serta situasi yang kondusif. Pemerintah daerah butuh kolaborasi dan sinergi dari pemerintah desa hingga seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (rah)










