Pemkab Tabanan Perkuat Tata Kelola Koperasi, Dorong Koperasi Sehat dan Berdaya Saing

802988092_18150498154553335_5992108973637946092_ndd_e2XuHchy1c
Foto : Acara Penutupan Diklat Tata Kelola Koperasi yang Akuntabel dan Implementasi Manajemen Risiko Berbasis Regulasi Perkoperasian oleh Sekretaris Diskopukmnaker Kab. Tabanan. (Barometer Bali/tmc/rah)

Barometer Bali | Singasana – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan terus mendorong penguatan kapasitas dan kualitas kelembagaan koperasi melalui peningkatan pemahaman tata kelola serta manajemen risiko. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Diklat Tata Kelola Koperasi yang Akuntabel dan Implementasi Manajemen Risiko Berbasis Regulasi Perkoperasian di Kabupaten Tabanan, yang ditutup pada Kamis (10/9).

Kegiatan pendidikan dan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam meningkatkan kompetensi pengurus dan pengelola koperasi agar mampu menjalankan kelembagaan secara profesional, transparan, akuntabel dan sesuai dengan ketentuan regulasi perkoperasian yang berlaku.

Selain penguatan tata kelola, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai penerapan manajemen risiko. Materi tersebut penting untuk membantu koperasi mengenali, mengukur dan mengantisipasi berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan usaha, kesehatan kelembagaan serta kinerja koperasi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan I Gede Nengah Sugiarta, S.E., M.M., saat dikonfirmasi pada Kamis (11/9) malam, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut secara umum diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia koperasi sehingga pengelolaan koperasi tidak hanya berjalan berdasarkan pengalaman, tetapi juga memiliki landasan tata kelola yang baik dan sesuai regulasi.

Berita Terkait:  Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong Royong Kreativitas Warga Banjar Pande Semarakkan HUT ke-81 RI

“Secara umum, kegiatan ini kami laksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas para pengurus serta pengelola koperasi dalam menjalankan organisasi secara lebih profesional. Koperasi harus dikelola dengan prinsip akuntabilitas, transparansi dan kehati-hatian, sehingga kepercayaan anggota dapat terus dijaga dan koperasi mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” ujar I Gede Nengah Sugiarta.

Menurut Sugiarta, penerapan manajemen risiko juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan koperasi. Setiap koperasi menghadapi berbagai potensi risiko, baik dalam aspek kelembagaan, keuangan maupun operasional, sehingga kemampuan untuk mengenali dan mengantisipasi risiko perlu dimiliki oleh pengurus dan pengelola.

“Manajemen risiko ini sangat penting karena koperasi juga menghadapi berbagai dinamika dan tantangan dalam menjalankan usahanya. Dengan pemahaman yang baik, pengurus dan pengelola diharapkan mampu melakukan identifikasi risiko sejak dini, mengambil langkah mitigasi dan membuat keputusan yang lebih tepat dalam menjaga kesehatan serta keberlangsungan koperasi,” jelasnya.

Pelaksanaan diklat tersebut difasilitasi melalui anggaran APBD Kabupaten Tabanan Tahun Anggaran 2026. Dukungan anggaran daerah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat kelembagaan koperasi sebagai salah satu komponen penting dalam perekonomian masyarakat.

Berita Terkait:  Kuliner dan Kerajinan Tabanan Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif, Bupati Dorong Ekonomi Kerakyatan Terus Bertumbuh

Sugiarta menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya mendorong koperasi untuk berkembang dari sisi aktivitas usaha, tetapi juga memastikan pengelolaannya memiliki fondasi kelembagaan yang kuat.

“Kami ingin koperasi di Kabupaten Tabanan tidak hanya aktif, tetapi juga sehat secara kelembagaan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus dan pengelola menjadi investasi penting. Pengetahuan yang diperoleh melalui diklat ini kami harapkan benar-benar diterapkan dalam pengelolaan koperasi masing-masing,” tegas Sugiarta.

Menurut Sugiarta, koperasi yang dikelola dengan tata kelola yang baik akan memiliki kemampuan lebih kuat dalam menghadapi perubahan lingkungan usaha. Koperasi juga diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan regulasi, teknologi, kebutuhan anggota dan dinamika perekonomian.

“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini para peserta dapat membawa pulang pengetahuan yang benar-benar bisa diterapkan. Jangan sampai pelatihan hanya berhenti pada sertifikat atau pengetahuan, tetapi harus ada perubahan dalam cara koperasi dikelola, mulai dari administrasi, pengambilan keputusan, pengelolaan risiko sampai dengan pertanggungjawaban kepada anggota,” tambahnya.

Berita Terkait:  Bunda PAUD Bangli Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Wujudkan Generasi Emas melalui PAUD Holistik Integratif

Peningkatan kualitas koperasi tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan Visi Tabanan Era Baru: Aman, Unggul dan Madani. Penguatan koperasi yang sehat, profesional dan berdaya saing diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi masyarakat yang semakin kuat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Dalam kerangka Tabanan Era Baru yang Aman, tata kelola koperasi yang akuntabel dan penerapan manajemen risiko diharapkan mampu memberikan kepastian serta perlindungan yang lebih baik dalam pengelolaan kelembagaan dan usaha. Sementara aspek Unggul diwujudkan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia koperasi agar mampu beradaptasi dan bersaing di tengah perkembangan ekonomi.

Adapun semangat Madani tercermin melalui pengelolaan koperasi yang mengedepankan kebersamaan, keterbukaan, tanggung jawab serta keberpihakan pada kepentingan anggota dan masyarakat.

“Penguatan koperasi merupakan bagian dari upaya membangun ekonomi masyarakat dari bawah. Kami ingin koperasi menjadi lembaga ekonomi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota dan masyarakat. Dengan tata kelola yang baik, sumber daya manusia yang kompeten dan manajemen risiko yang diterapkan secara konsisten, kami optimistis koperasi di Tabanan akan semakin sehat, profesional, adaptif dan berdaya saing,” pungkas Sugiarta. (tmc/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI