Hari Kedua Operasi SAR, Korban Hilang di Perairan Manta Point Belum Ditemukan

InCollage_20260913_175443474_yrbLF6Ga8u
HILANG DI PERAIRAN MANTA POINT - Tim SAR gabungan kembali melaksanakan operasi pencarian terhadap I Nyoman Budiana (49) di Perairan Manta Point, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Minggu (13/9/2026). (Barometer Bali/Red/Rah)

Barometer Bali | Klungkung – Tim SAR gabungan kembali melaksanakan operasi pencarian terhadap I Nyoman Budiana (49), warga yang dilaporkan hilang setelah speed boat yang ditumpanginya mengalami mati mesin di Perairan Manta Point, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Minggu (13/9/2026).

Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Sabtu (12/9/2026) malam sekitar pukul 20.20 Wita. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 19.00 Wita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, empat personel Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar bersama satu personel Polairud Polda Bali bergerak menuju lokasi menggunakan RIB 02 Denpasar. Namun, saat tiba di posisi terakhir, speed boat yang dilaporkan mengalami mati mesin tersebut sudah tidak terlihat.

Berita Terkait:  Lansia Hilang di Nusa Penida, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Memasuki hari kedua operasi SAR, pencarian diperluas dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengerahkan KN SAR Arjuna 229 yang bertolak dari Pelabuhan Benoa sekitar pukul 08.30 Wita dengan membawa 20 personel.

Pergerakan KN SAR Arjuna 229 berlangsung kurang lebih empat jam untuk menyisir area pencarian. Namun, hingga operasi pencarian hari kedua berakhir, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Berita Terkait:  Tiga Hari Pencarian, Wisatawan Polandia Ditemukan Meninggal di Pantai Yeh Kuning

Pencarian juga dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter Bell 412 milik SGi Air Bali yang didukung FINNS Search and Rescue. Helikopter lepas landas dari pangkalan di Benoa sekitar pukul 13.30 Wita dengan tujuh orang di dalamnya, termasuk tiga personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Selama sekitar satu jam penyisiran melalui udara, tim juga belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kondisi cuaca dan laut di sekitar lokasi menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan operasi SAR. Ketinggian alun di area pencarian dilaporkan mencapai sekitar empat meter sehingga menyulitkan proses pencarian.

Berita Terkait:  Pewarta Foto Perkuat Koordinasi dengan Tim SAR Cari Lima Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau

Operasi SAR akan terus dikoordinasikan dan dievaluasi berdasarkan perkembangan di lapangan. Upaya pencarian terhadap korban direncanakan kembali dilanjutkan pada Senin (14/9/2026) pagi.

Unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian meliputi personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polda Bali, SGi Air Bali, FINNS Search and Rescue, serta unsur terkait lainnya. (Red/Rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI