Barometerbali.com | Solo – Ingin menikmati suasana khas Bali tanpa harus bepergian jauh ke Pulau Dewata?
Sejumlah restoran dan tempat makan di kawasan Solo, Jawa Tengah, ini menawarkan konsep yang memadukan kuliner dengan nuansa arsitektur dan ornamen khas Bali.
Mulai dari kawasan sejuk Kemuning di Karanganyar hingga Sidoharjo di Wonogiri, pengunjung dapat menikmati hidangan sambil merasakan atmosfer yang berbeda.
Beberapa tempat bahkan memadukan budaya Bali dengan unsur tradisional Jawa.
Berikut lima rekomendasi resto bernuansa Bali di Solo yang bisa menjadi pilihan untuk kulineran sekaligus mencari suasana unik.
1. Medjora Cafe, Kemuning
Medjora Cafe berada di kawasan Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.
Lokasinya yang berada di kawasan lereng membuat tempat ini menawarkan suasana sejuk dan asri.
Konsep yang diusung adalah perpaduan budaya Jawa dan Bali.
Begitu memasuki area kafe, pengunjung dapat menemukan berbagai ornamen khas Bali, seperti patung serta kain kotak-kotak hitam putih.
Sejumlah properti bahkan didatangkan langsung dari Bali.
Salah satunya berupa bangkai kapal yang dimanfaatkan sebagai pot tanaman di area outdoor.
Sementara unsur Jawa juga terlihat dari penggunaan sejumlah perlengkapan tradisional seperti anglo.
Menariknya, Medjora juga memiliki perpustakaan yang cukup lengkap.
Pengunjung yang senang membaca dapat menikmati waktu santai sembari ditemani kopi, minuman nonkopi, camilan maupun makanan berat.
- Lokasi: Jl. Raya Kemuning, Spranten, Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.
- Jam operasional: 09.00-22.00 WIB setiap hari.
- Harga: mulai Rp10.000.
2. Angkringan Omahe Whawin, Solo
Bagi yang ingin merasakan perpaduan suasana Bali dan Jawa di tengah Kota Solo, Angkringan Omahe Whawin bisa menjadi pilihan.
Tempat makan ini mengusung konsep 50 persen Bali dan 50 persen Jawa.
Karena nuansa tersebut, Omahe Whawin juga kerap mendapat sebutan sebagai Ubud-nya Solo.
Berbagai ornamen Bali menghiasi kawasan angkringan, mulai dari patung, lukisan, pernak-pernik hingga kain kotak-kotak hitam putih.
Di sisi lain, unsur Jawa hadir melalui bangunan joglo, gazebo dan sejumlah ornamen tradisional.
Suasana tersebut membuat aktivitas makan terasa lebih menarik.
Pengunjung juga dapat menikmati berbagai makanan bercita rasa khas, seperti pecel uleg lontong, tahu campur lontong, pecel petis lontong, mangut wak welut hingga botok mercon.
Untuk minuman, tersedia pilihan seperti wedang uwuh, wedang jahe gepuk dan wedang soklat.
- Lokasi: Jl. Kelud Selatan No.42, Nayu Utara, Joglo, Banjarsari, Surakarta.
- Jam operasional: 10.00-23.00 WIB setiap hari.
- Harga: mulai Rp9.000.
3. Bali Ndeso Resto, Kemuning
Sesuai namanya, Bali Ndeso Resto menawarkan pengalaman bersantap dengan suasana khas Bali yang berpadu dengan atmosfer pedesaan Jawa.
Resto ini berada di kawasan perbukitan Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar.
Lingkungan sekitar yang hijau dan sejuk membuat tempat ini cocok bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati panorama alam.
Bangunan-bangunan joglo menjadi salah satu daya tariknya.
Beberapa area menggunakan atap alang-alang dan berbentuk gubuk tradisional.
Nuansa Bali kemudian semakin terasa melalui ukiran yang menghiasi bangunan dan didatangkan dari Pulau Dewata.
Selain bersantap, pengunjung juga dapat berburu foto di berbagai spot yang tersedia di kawasan resto.
- Lokasi: Jl. Raya Kemuning, Ngranten, Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.
- Jam operasional: 10.00-21.00 WIB setiap hari.
- Harga: mulai Rp12.000.
4. Pondok Jowi, Solo
Pondok Jowi menjadi pilihan menarik bagi pencinta tempat makan dengan konsep tradisional.
Resto yang berada di kawasan Manahan, Solo, ini memadukan budaya Jawa dan Bali dalam satu kawasan.
Nuansa pedesaan terasa melalui berbagai elemen yang digunakan, mulai dari kolam ikan, patung hingga ornamen tradisional.
Patung dengan pakaian bermotif kotak-kotak memberikan sentuhan Bali, sementara lukisan dan ornamen Jawa memperkuat karakter lokal.
Suasana tersebut semakin lengkap dengan alunan musik bernuansa Jawa dan Bali.
Untuk penyajiannya, makanan dihidangkan secara unik menggunakan cobek yang dialasi daun pisang.
Salah satu menu yang dapat menjadi pilihan adalah nasi bakar yang dibungkus daun pisang dengan cita rasa gurih.
- Lokasi: Jl. Kasuari II No.1, Manahan, Banjarsari, Surakarta.
- Jam operasional: 10.00-22.00 WIB setiap hari.
- Harga: mulai Rp15.000.
5. Kitagawa Pesona Bali, Wonogiri
Bergeser ke Wonogiri, ada Kitagawa Pesona Bali di Desa Kayuloko, Kecamatan Sidoharjo.
Tempat ini menawarkan pengalaman menikmati kuliner sekaligus suasana yang dibuat menyerupai Pulau Dewata.
Kawasan tersebut dihiasi berbagai bangunan dan patung bernuansa Bali.
Tak hanya menjadi restoran, Kitagawa Pesona Bali juga memiliki fasilitas pendukung seperti ruang pertemuan serta pertunjukan tari dan budaya yang digelar secara berkala.
Konsep tersebut membuat tempat ini tidak sekadar menjadi lokasi makan, tetapi juga dapat menjadi tujuan wisata.
Menu yang ditawarkan pun cukup beragam.
Pengunjung dapat mencicipi olahan bebek dengan sambal matah khas Bali, sekaligus menikmati makanan lokal Wonogiri seperti bakso dan nasi tiwul serta berbagai olahan ikan.
Kitagawa Pesona Bali berjarak sekitar 24 kilometer dari pusat Kabupaten Wonogiri atau sekitar 30 menit perjalanan dari Alun-alun Giri Krida Bakti.
- Lokasi: Jalan Mbelik Gede, Patemon, Kayuloko, Sidoharjo, Wonogiri.
- Jam operasional: 10.00-16.00 WIB setiap hari.
- Harga: makanan maksimal sekitar Rp25.000 dan minuman maksimal Rp10.000 (berdasarkan informasi yang tersedia). (ari)











