Dari Tokoh Masyarakat hingga Linmas, 179 Warga Tabanan Ikuti Latihan Bela Negara

Masyarakat Bela Negara 2026-09-22 at 10.34.52 (1)_VCAxMMm98n
LATIHAN BELA NEGARA - Peserta dari Kabupaten Tabanan mengikuti Latihan Kader Bela Negara Lingkup Masyarakat Tahun Anggaran 2026 di Dodik Bela Negara Rindam IX/Udayana, Selasa (22/9). (Barometer Bali/Reh/Red)

Barometer Bali | Tabanan – Sebanyak 179 peserta dari Kabupaten Tabanan mengikuti Latihan Kader Bela Negara Lingkup Masyarakat Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Dodik Bela Negara Rindam IX/Udayana. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 September 2026, tersebut resmi dibuka pada Selasa, 22 September 2026, dan dihadiri Bupati Tabanan yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Dr. I Gede Susila, S.Sos., M.Si.

Kehadiran Sekda Tabanan pada pembukaan kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap pelaksanaan pembinaan kesadaran bela negara di kalangan masyarakat. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dari Kabupaten Tabanan, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perangkat desa, hingga organisasi kemasyarakatan.

Sebanyak 179 peserta tersebut berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Tabanan. Berdasarkan daftar peserta, mereka terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perangkat desa, Perbekel, Kawil, Linmas, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Peserta berasal dari sejumlah kecamatan, di antaranya Kerambitan, Tabanan, Selemadeg Barat, Selemadeg, Selemadeg Timur, Pupuan, Kediri, Baturiti, Marga dan Penebel. Keterlibatan lintas wilayah tersebut menunjukkan adanya partisipasi berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan pembinaan bela negara.

Selain unsur masyarakat di tingkat desa, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan organisasi kemasyarakatan. Dalam daftar peserta tercatat unsur PPAD, GP Ansor, KONI, KNPI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Berita Terkait:  Tingkatkan Keterampilan Masyarakat, Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Tabanan Gelar Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue

Kegiatan Latihan Kader Bela Negara Lingkup Masyarakat Tahun Anggaran 2026 ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan RI melalui Badan Cadangan Nasional. Pemerintah Kabupaten Tabanan sebelumnya meneruskan surat pemanggilan peserta kepada sejumlah unsur masyarakat dan organisasi di Kabupaten Tabanan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Sekda: Bela Negara Tanggung Jawab Bersama

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten Tabanan Dr. I Gede Susila, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa bela negara merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, semangat bela negara tidak semata-mata diwujudkan melalui aspek pertahanan, tetapi juga melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Bela negara merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesadaran, kepedulian dan semangat kebangsaan yang kuat. Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang dapat diterapkan di tengah masyarakat, sekaligus mampu menjadi penggerak dalam menumbuhkan semangat persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Sekda dalam statemen normatif.

Menurut Sekda, keberagaman masyarakat merupakan salah satu kekuatan yang perlu terus dirawat. Perbedaan latar belakang, budaya, agama maupun organisasi hendaknya tidak menjadi penghalang dalam membangun kebersamaan, melainkan menjadi modal sosial untuk memperkuat persatuan dan pembangunan daerah.

Berita Terkait:  Pemkab Tabanan Perkuat Tata Kelola Koperasi, Dorong Koperasi Sehat dan Berdaya Saing

“Kabupaten Tabanan memiliki masyarakat yang beragam. Keberagaman tersebut harus kita jaga dan kita kelola menjadi kekuatan dalam membangun daerah. Semangat gotong royong, toleransi, persatuan dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai-nilai yang perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Ia juga mengharapkan para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian latihan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan tidak berhenti pada masing-masing peserta, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan pelatihan ini sebagai kesempatan untuk menambah wawasan, memperkuat kedisiplinan serta meningkatkan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara. Setelah kembali ke lingkungan masing-masing, nilai-nilai yang diperoleh hendaknya dapat diterapkan dan ditularkan kepada masyarakat lainnya,” tambahnya.

Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat

Keikutsertaan 179 peserta dari berbagai unsur masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Para peserta tidak hanya berasal dari kalangan tokoh masyarakat dan pemuda, tetapi juga perangkat desa, Perbekel, Kawil, Linmas serta organisasi kemasyarakatan.

Daftar peserta juga menunjukkan keterwakilan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tabanan. Pada bagian akhir daftar, tercatat sejumlah peserta yang berasal dari organisasi masyarakat, termasuk Forum Bela Negara, PPAD, GP Ansor, KONI, KNPI dan FKUB.

Berita Terkait:  Karya Yadnya di Pura Dalem Sari, Bupati Adi Arnawa: Pariwisata Badung Berkembang Karena Budaya

Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan memiliki pemahaman yang semakin baik mengenai nilai-nilai bela negara serta mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana namun memiliki dampak nyata, seperti menjaga persatuan dan kesatuan, menaati aturan, menghormati perbedaan, menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, meningkatkan kepedulian sosial, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Pemerintah Kabupaten Tabanan juga berharap kader-kader yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari masyarakat yang mampu menjaga suasana kondusif, memperkuat kerukunan dan mendorong semangat gotong royong di lingkungan masing-masing.

Latihan Kader Bela Negara Lingkup Masyarakat Tahun Anggaran 2026 tersebut dilaksanakan selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 22–24 September 2026, bertempat di Dodik Bela Negara Rindam IX/Udayana. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah untuk memperkuat kesadaran kebangsaan sekaligus membangun sinergi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan keterlibatan 179 peserta dari berbagai wilayah dan unsur masyarakat, diharapkan semangat bela negara tidak hanya menjadi materi dalam kegiatan pelatihan, tetapi dapat diwujudkan secara nyata melalui sikap, kepedulian dan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (Rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI