Barometer Bali | Denpasar – I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, Ketua Yayasan Harmoni Tri Hita Karana (THK), menerima penghargaan International Tourism Leaders Summit (ITLS) Awards 2026 Circle Excellence of IHGMA Bali dari Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Wisnu Wardana sebagai tokoh inspiratif yang dinilai memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan dan kemajuan Bali.
Penghargaan diserahkan oleh Dr. Yoga Iswara bersama Bagus Ngurah selaku Ketua IHGMA Bali dalam acara penutupan International Tourism Leaders Summit (ITLS) 2026 di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Sabtu (26/9/2026).
ITLS 2026 mengangkat tema “Cross-Border Tourism Leaders Perspectives: Balancing Sustainability, Technology, and Human Experience.” Tema tersebut membahas berbagai isu yang relevan dengan perkembangan pariwisata Bali, khususnya terkait keberlanjutan lingkungan, pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas hidup, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat.
Wisnu mengaku bangga atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Yayasan Harmoni Tri Hita Karana dalam menjalankan THK Awards selama 25 tahun.
“Kami bangga menerima penghargaan International Tourism Leaders Summit (ITLS) Awards 2026. Konsistensi kami dalam melaksanakan THK Awards selama 25 tahun ternyata dihargai oleh rekan-rekan yang tergabung dalam IHGMA Bali,” ujar Wisnu.
Wisnu Wardana sendiri telah hampir setengah abad mengabdikan diri di bidang jurnalistik. Selain itu, ia aktif mendorong penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana dalam pembangunan, khususnya melalui berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pariwisata berkelanjutan.
ITLS 2026 berlangsung selama dua hari, mulai Jumat (25/9) hingga Sabtu (26/9). Berbagai topik terkait lingkungan, teknologi, dan masa depan pariwisata dibahas dalam forum tersebut.
Sejumlah guest speaker dari mancanegara yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan turut memberikan perspektif mengenai perkembangan teknologi komunikasi serta tantangan industri pariwisata ke depan.
Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan bagi para pemimpin industri pariwisata dalam melihat keseimbangan antara keberlanjutan, teknologi, dan pengalaman manusia dalam pengembangan pariwisata Bali. (*)










