BPBD Bali Eksplorasi AI untuk Perkuat Peringatan Dini dan Respons Bencana

IMG-20261001-WA0073_x4a4QZO63A
PELATIHAN - Pelatihan Agent AI Tahap II. (Barometer Bali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Ketika cuaca ekstrem melanda beberapa wilayah sekaligus, informasi kebencanaan dapat mengalir dari berbagai sumber dalam waktu yang bersamaan. Laporan masyarakat, pemerintah daerah, media sosial, hingga petugas lapangan menghadirkan peluang sekaligus tantangan: bagaimana memastikan informasi yang berlimpah tersebut dapat diolah menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan.

Menjawab kebutuhan tersebut, BPBD Provinsi Bali terus mengeksplorasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), termasuk Agent AI, untuk memperkuat pengelolaan informasi kebencanaan, mendukung sistem peringatan dini, dan membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat berbasis data.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPBD Provinsi Bali bersama BINAR Academy, dengan dukungan Program SIAP SIAGA, kemitraan Australia–Indonesia dalam pengelolaan risiko bencana, menyelenggarakan Pelatihan Agent AI Tahap II selama empat hari. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas personel BPBD Bali sekaligus mengeksplorasi bagaimana teknologi Agent AI dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Bali.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dr. Teja Bhusana, mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk membantu petugas menghadapi kompleksitas informasi yang terus meningkat, terutama dalam situasi darurat.

“Harapannya melalui lokakarya ini, Agent AI bisa membantu para petugas di bidang kebencanaan untuk lebih fokus pada operasi penanganan bencana, karena sistem informasi sudah dikelola dengan baik,” ujar Teja Bhusana.

Berita Terkait:  Bahas Skema KPBU, Pemkab Klungkung Matangkan Rencana Site Visit Infrastruktur Jalan

Pelatihan ini difokuskan pada tiga area utama yang menjadi prioritas dalam pengelolaan informasi kebencanaan di Bali.

Pertama, komunikasi risiko hidrometeorologi, termasuk pengelolaan informasi cuaca, prakiraan risiko, dan peringatan dini agar dapat diterjemahkan menjadi informasi yang lebih mudah dipahami serta lebih cepat diteruskan kepada masyarakat.

Kedua, Bali Tsunami Early Warning System (BTEWS), untuk mengeksplorasi bagaimana AI dapat mendukung pengelolaan dan penyebarluasan informasi peringatan dini tsunami secara lebih cepat, terstruktur, dan efektif.

Ketiga, laporan situasi kebencanaan, yang menjadi tantangan penting ketika berbagai kejadian terjadi secara bersamaan. Dalam konteks ini, AI dieksplorasi untuk membantu mengumpulkan, mengelompokkan, dan merekap informasi dari berbagai sumber sehingga petugas memiliki gambaran situasi yang lebih cepat dan komprehensif.

Menurut Teja, kebutuhan untuk memperkuat pengelolaan informasi semakin mendesak seiring meningkatnya kecepatan arus informasi dan kompleksitas kejadian bencana.

“Ketika cuaca ekstrem, kejadian bisa terjadi di enam sampai tujuh kabupaten sekaligus. Selama ini kita mengandalkan laporan dari kabupaten, sementara masyarakat sering kali sudah lebih dulu menyampaikan informasi secara langsung. Kecepatan informasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang perlu dikelola dengan baik,” jelasnya.

Berita Terkait:  TransNusa Buka Rute Baru Bali–Phuket, Perkuat Konektivitas Dua Destinasi Wisata Dunia

Ia menambahkan bahwa kemampuan mengelola informasi secara cepat dan akurat menjadi faktor penting dalam melindungi masyarakat.

“Di tengah meningkatnya frekuensi kejadian hidrometeorologi dan kompleksitas risiko bencana, kemampuan mengelola informasi secara cepat dan akurat menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung keselamatan masyarakat,” tambah Teja.

Eksplorasi pemanfaatan AI dilakukan melalui penguatan kapasitas personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Bali. Selain memperdalam pemahaman mengenai AI dan Agent AI, kegiatan ini juga dirancang untuk mengidentifikasi kebutuhan operasional serta memastikan bahwa pemanfaatan teknologi benar-benar menjawab tantangan yang dihadapi petugas di lapangan.

Menurut Nur Rahmah, Direktur AI sekaligus Advisor BINAR Academy, potensi pemanfaatan Agent AI dapat mendukung seluruh tahapan penanggulangan bencana.

“Pemanfaatan Agent AI dapat dimulai sebelum bencana terjadi, misalnya untuk mengolah informasi risiko dan peringatan dini. Saat bencana, teknologi ini dapat membantu mempercepat distribusi informasi dan mendukung pengambilan keputusan. Sementara pada tahap pascabencana, Agent AI berpotensi membantu pemantauan dampak dan kerusakan,” ujarnya.

Dalam pendekatan yang dikembangkan, AI tidak ditempatkan sebagai pengganti petugas ataupun pengambil keputusan. Sebaliknya, teknologi ini berfungsi sebagai alat bantu yang dapat mempercepat pengolahan informasi, merangkum data dari berbagai sumber, serta menghasilkan dukungan analisis yang membantu petugas memahami situasi secara lebih cepat dan menyeluruh.

Berita Terkait:  Tingkatkan Tata Kelola Desa, Wabup Tjok Surya Pimpin Monev Pemerintahan Desa di Gunaksa dan Sampalan Kelod

Upaya ini juga sejalan dengan fokus Program SIAP SIAGA dalam memperkuat sistem peringatan dini, tata kelola informasi kebencanaan, dan pengambilan keputusan berbasis data sebagai fondasi ketangguhan bencana.

“Upaya ini merupakan bagian dari langkah proaktif BPBD Provinsi Bali dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi yang valid dan mudah diakses, sehingga respons kebencanaan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat,” kata Ikhyaul Ihsan, Provincial Manager Program SIAP SIAGA Bali.

Ke depan, pemanfaatan Agent AI berpotensi mendukung berbagai tahapan penyelenggaraan penanggulangan bencana, mulai dari pengelolaan informasi risiko sebelum bencana, dukungan analisis situasi saat tanggap darurat, hingga pemantauan dampak dan kebutuhan pemulihan pascabencana.

Lebih dari sekadar adopsi teknologi baru, langkah ini mencerminkan komitmen BPBD Provinsi Bali untuk terus membangun sistem kebencanaan yang adaptif terhadap perkembangan risiko dan teknologi. Dengan memperkuat peringatan dini, pengelolaan informasi, dan analisis situasi berbasis data, Bali terus mengembangkan pendekatan yang menempatkan inovasi sebagai bagian penting dari upaya melindungi masyarakat dan mengurangi risiko bencana di masa depan. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI