Barometer Bali | Denpasar – Keterlambatan kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dari Jawa menjadi penyebab terganggunya pasokan BBM di Bali dalam beberapa hari terakhir. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan persoalan tersebut berkaitan dengan kendala teknis dalam manajemen logistik internal PT Pertamina.
Akibat keterlambatan kapal sandar, cadangan BBM di Bali sempat mengalami penurunan setara kebutuhan selama tiga hingga empat hari. Kondisi ini menjadi perhatian Pertamina dalam upaya memulihkan kelancaran distribusi BBM di Pulau Dewata.
“Untuk di Provinsi Bali, di beberapa hari kemarin karena ada keterlambatan dari kapal yang membawa BBM dari Jawa ke Bali, itu terjadi penurunan kurang lebih sekitar 3 sampai 4 hari,” jelas Bahlil seusai rapat koordinasi penanganan pasokan BBM di Bali Fuel Terminal Sanggaran, Pesanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).
Bahlil menegaskan, gangguan tersebut bukan disebabkan oleh pengurangan kuota BBM untuk Bali. Menurutnya, alokasi BBM tetap sama seperti sebelumnya, bahkan telah memberikan tambahan pasokan.
“Memang ini kejadian teknis yang terjadi pada manajemen internal arus logistik yang ada pada Pertamina. Tapi, apa pun itu, masih bagian yang harus kita tanggung jawab bersama-sama,” imbuhnya.
Ia kembali menekankan bahwa keterlambatan kapal menjadi persoalan utama yang perlu segera dibenahi agar distribusi BBM kembali lancar.
“Enggak, enggak ada. Bahkan saya tambahin. Ini kemarin kan tetap menurut laporan dari Pak Pertamina itu kan karena terjadinya keterlambatan kapal sandar, tapi kuotanya tidak dikurangi,” pungkasnya. (rian)










