Atasi Krisis Air Badung Selatan, Ketua DPRD Dorong Perumda Terapkan Teknologi SWRO

Screenshot_20261105_171623_Photo Editor
KRISIS AIR MINUM - Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, usai sidang paripurna DPRD kabupaten Badung, pada Kamis (5/11/2026). (Barometer Bali/Rian)

Barometer Bali | Denpasar – Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, mendorong Perumda Air Minum Tirta Mangutama melakukan terobosan dalam mengatasi persoalan krisis air bersih di wilayah Badung Selatan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penerapan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih.

Menurut Anom Gumanti, kebutuhan air bersih di kawasan Badung Selatan membutuhkan penanganan serius melalui pengembangan sumber air alternatif. Selama ini, pasokan air masih banyak mengandalkan sumber air dari Bendungan Estuari sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan kapasitas suplai.

“Dewan mendorong agar direksi melakukan teknologi SWRO, Sea Water Reverse Osmosis. Artinya, bagaimana mengolah air laut untuk bisa menjadi air bersih,” ujar Anom Gumanti.

Ia berharap teknologi tersebut dapat direalisasikan sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, khususnya di kawasan Kuta Selatan.

Berita Terkait:  Memperkokoh Sinergi Adat & Pemerintah, Bupati Satria Hadiri Puncak Karya di Desa Adat Akah

Anom mengaku telah melihat adanya upaya dari jajaran direksi Perumda Tirta Mangutama untuk mencari sumber air tambahan. Dengan dukungan penyertaan modal daerah yang baru, perusahaan daerah tersebut mulai mengupayakan pengembangan sumber pasokan air di luar sumber yang selama ini digunakan.

“Saya juga sudah melihat upaya dari direksi beserta seluruh jajarannya. Kalau dulu hanya mengandalkan Bendungan Estuari untuk penyediaan air yang disuplai ke Kuta Selatan, sekarang dengan adanya modal yang baru sudah ada keinginan untuk mengambil air dari wilayah lainnya,”ungkapnya.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas suplai air ke kawasan selatan. Terlebih, apabila teknologi SWRO nantinya dapat diwujudkan, persoalan keterbatasan air bersih di wilayah tersebut diharapkan bisa diatasi secara bertahap.

“Sehingga nanti bisa menambah suplai air lagi ke Selatan. Apalagi kalau SWRO ini bisa berjalan, saya kira kebutuhan air di Badung Selatan mudah-mudahan secara perlahan bisa teratasi,” tegasnya.

Berita Terkait:  Pemkab Tabanan Siagakan Tim P3K di 14 SPBU, Antisipasi Warga Pingsan saat Antre BBM

Sebagai informasi, DPRD Badung telah mendorong penambahan penyertaan modal daerah sebesar Rp150 miliar kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama hingga tahun anggaran 2029. Penambahan modal tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan dan mengatasi persoalan distribusi air bersih di kawasan Badung Selatan.

Selain persoalan air bersih, Anom Gumanti juga menyoroti kemacetan yang masih terjadi di kawasan Badung Selatan, terutama wilayah Pecatu yang menjadi salah satu pusat aktivitas pariwisata.

Menurutnya, sejumlah fraksi DPRD Badung telah menyampaikan usulan pembangunan jalan alternatif maupun pelebaran jalan yang sudah ada untuk memperlancar akses masyarakat dan wisatawan.

“Wilayah Selatan, terutama di daerah Pecatu, menuju pusat wilayah Pecatu itu begitu macetnya. Ada juga beberapa fraksi yang mengusulkan agar dicarikan jalan-jalan alternatif atau jalan yang sudah ada ini diperbesar lagi supaya akses pariwisata tidak terganggu,” jelasnya.

Berita Terkait:  Hadiri Sarasehan BNN, Kapolda Bali Ajak Generasi Muda Perangi Narkoba

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya peningkatan program pemberdayaan UMKM agar memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian masyarakat.

Anom mengingatkan bahwa peningkatan pendapatan Kabupaten Badung harus diimbangi dengan tata kelola pemerintahan dan pengelolaan anggaran yang baik.

Menurutnya, penyusunan anggaran harus dilakukan secara realistis dengan memperhatikan kebutuhan serta kemampuan keuangan daerah. Setiap program pembangunan juga harus memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang pertama, dalam tata kelola pemerintahan, terutama masalah anggaran, tetap harus melaksanakan kebijakan-kebijakan. Yang kedua, tentu realistis anggaran itu betul-betul harus diperhatikan,” katanya.

“Intinya, anggaran ini agar bisa tepat guna, tepat sasaran, dan bisa dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Anom Gumanti. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI