I Dewa Nyoman Budiasa memberikan arahan dan tips terkait dengan pengelolaan stress khususnya bagi pelaut Indonesia pada acara Training On Management Stress di Denpasar, Jumat (11/11/2022) lalu. Foto: istimewa/dnb
Denpasar | barometerbali – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) I Dewa Nyoman Budiasa memberikan arahan terkait dengan pengelolaan stres khususnya bagi pelaut Indonesia pada acara Training on Management Stress beberapa waktu lalu di Denpasar. Pada kesempatan itu, putra asli Tabanan ini mengatakan persoalan stres atau kesehatan mental amatlah penting.
“Stres adalah bagian alami dari kehidupan. Tapi, ketika stres keluar dari kendali fisik dan mental itu mulai membahayakan. Stres terkait pekerjaan dapat memiliki konsekuensi serius bagi kesejahteraan mental, fisik, emosional, dan sosial,” urai Dewa Nyoman Budiasa atau yang akrab disapa DNB ini di Four Star Hotel Denpasar, Jumat (11/11/2022) lalu.
Kegiatan Training on Management Stress ini dilaksanakan oleh Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) dan International Transport Workers Federation (ITF). Peserta pelatihan berasal dari Pengurus KPI cabang Bali, perwakilan dari beberapa agen, akademi maritim, tenaga medis dari Klinik Padma Bahtera, perwakilan dari RSUP Sanglah serta beberapa lembaga pelatihan kerja (LPK).
“Meskipun semua sektor pekerjaan menghadapi tekanan, kesulitan dan tantangan. Sektor transportasi berbeda dengan sektor atau industri lainnya. di sektor transportasi, pekerja dihadapkan pada berbagai risiko kesehatan fisik dan mental serta kondisi yang mengancam jiwa,” rinci DNB.
“Sektor transportasi seperti pelaut, penerbangan, kereta api, supir taksi dan bus juga mengalami stres berat dan kesulitan kesehatan mental,” tambah sosok yang sempat menjadi calon wakil Bupati Tabanan pada Pilkada 2020 ini.
DNB menyebutkan, sebuah penelitian di Universitas Yale, Amerika pada 2019. Berdasarkan survei terhadap pelaut, menunjukkan bahwa 25 persen menunjukkan gejala depresi dan 17 persen mengidentifikasi kecemasan di antara pelaut. Ide bunuh diri juga diamati oleh penelitian ini. Masalah kesehatan mental ini dapat menyebabkan konsekuensi yang parah di dalam dan di luar kapal.
“Pandemi Covid-19 membuat kondisi karyawan transportasi menjadi lebih buruk dari sebelumnya,” cetusnya.
Pelatihan ini menghadirkan pelatih dari ITF Wellbeing Program Coordinator Dr. Syed Asif Altaf. Ia menyebutkan, Pelatihan ini akan membantu responden pertama dan trainer dalam memahami peran dan tanggung jawab mereka.
“Pelatihan ini akan menjadi sumber yang bagus untuk mengajari mereka bagaimana menghadapi situasi dan kesulitan yang mungkin timbul di antara rekan kerja mereka,” imbuh DNB.
Perwakilan Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa Made Suhana mengucapkan terima kasih adanya pelatihan tersebut dan nantinya bisa berguna bagi para pelaut Indonesia.
“Saya berharap rekan-rekan bisa memberikan motivasi, jika ada yang mengalami stres saat masih berada di atas kapan,” pungkas DNB. (BB/502/rls)











