Foto: Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban yang dinyatakan menceburkan diri ke laut Selat Bali yang ternyata hoaks.
Jembrana | barometerbali – Unggahan akun Facebook (Fb) Cucuk Selamet yang mengabarkan adanya seorang penumpang KMP Praditha IV menceburkan diri di laut Selat Bali, Senin, (7/8/2023) pukul 20.30 Wita ternyata hoaks alias informasi bohong.
“Sepertinya begitu (hoaks), yang menyatakan orang kecebur ke laut atas nama Cucuk Selamet di medsos. Akun yang bersangkutan di-hack orang. Cucuk ga merasa melihat dan memposting di medsos tentang hal ini. Dia jadi bingung dihubungi semua orang,” terang Kapolsek Pelabuhan Gilimanuk Kompol I Dewa Putu Werdhiana saat dikonfirmasi, Selasa (8/8/2023).
Sebelumnya akibat dari informasi yang tak bisa dipertanggungjawabkan tersebut aparat kepolisian, TNI dan tim SAR sempat dibuat sibuk dan langsung bergerak cepat melakukan pencarian.
Pemilik akun dalam unggahannya bahkan menyebutkan ciri-ciri penumpang yang menceburkan diri ke Selat Bali tersebut, yakni berjenis kelamin pria, tinggi sekitar 170 cm, kulit kuning langsat dan kepala botak.
Proses pencarian oleh petugas gabungan dilakukan sejak Senin malam hingga Selasa, 8 Agustus 2023 siang korban yang dimaksud tak kunjung ditemukan.
“Ini kami masih ragukan kebenaran unggahan di medsos tersebut. Karena dari hasil koordinasi kami dengan pihak BPTD Gilimanuk, data penumpang kapal lengkap sesuai manifes,” ungkap Werdhiana, Selasa (8/8/2023).
Dalam unggahan menurut Werdhiana disebutkan korban menceburkan diri ke laut saat KMP Praditha IV berlayar dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang. Lokasi korban menceburkan diri di dekat lampu merah tanda dangkal, sekitar 1 mil dari Pelabuhan Gilimanuk.
“Karena dari hasil pengecekan penumpang kapal dinyatakan lengkap sesuai manifes, makanya dilakukan pengecekan kepada pemilik akun sekaligus pemilik akun dimintai keterangan terkait unggahannya itu,” jelas Werdhiana.
Dari keterangan pemilik akun Cucuk Selamet menurut Kompol Werdhiana, ternyata dia tidak pernah membuat unggahan tersebut dan diduga akun yang bersangkutan kena hack oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
“Kami dibuat sibuk semuanya melakukan pencarian. Tapi dengan keterangan pemilik akun itu jadinya kami meragukan kebenaran berita itu. Ditambah lagi setelah dilakukan pengecekan ternyata penumpang kapal lengkap sesuai manifes,” pungkas Kapolsek Werdhiana.
Editor: Ngurah Dibia











