Gedung C TOSS Center Diresmikan, Suwirta: Kunci Utama Pengelolaan Sampah adalah SDM

Foto: Penampakan Gedung C usai Bupati Klungkung Nyoman Suwirta melakukan acara Peresmian Pembangunan Pengembangan Pusat Tempat Olah Sampah Setempat/TOSS Center, di Karangdadi Kusamba, Klungkung, Senin (30/10/2023). (Sumber: Ngurah Dibia)

Klungkung | barometerbali – Peran Sumber Daya Manusia (SDM) memegang peranan penting termasuk dalam pengelolaan sampah yang terintergrasi dari hulu hingga hilir. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengungkapkan hal itu saat menyampaikan sambutan pada Peresmian Pembangunan Pengembangan Pusat Tempat Olah Sampah Setempat/TOSS Center, di Karangdadi Kusamba, Klungkung, Senin (30/10/2023).

“Kunci utama dari sistem pengolahan sampah di Kabupaten Klungkung adalah Sumber Daya Manusia. Jika kita mampu memilah sampah dari sumber sudah mampu mengurangi 50 persen membuang sampah ke TPA,” ungkap Suwirta.

Ia berharap semoga dengan adanya bangunan baru Gedung C ini, bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Kabupaten Klungkung dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Gedung C TOSS Center dibangun dengan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 4,5 miliar. Kita sudah mendapatkannya tiga kali. Rp13,5 miliar tanpa harus membuat proposal tetapi kita tunjukkan dengan prestasi,” sebut Suwirta yang mengakhiri masa jabatan mulai 4 November 2023 ini

Lebih lanjut Suwirta menyampaikan pemerintah pusat memberikan dana bantuan karena TOSS Center dinilai sebagai tempat pengolahan sampah terbaik acuan nasional yang telah menerima penghargaan dari banyak pihak.

Gedung C diproyeksikan sebagai pusat edukasi melengkapi gedung A dan B yang selama ini sudah digunakan sebagai tempat pemilahan dan pengolahan sampah semua jenis. Baik yang diolah secara manual maupun menggunakan teknologi mesin pengolahan menggandeng PT CTBL (Cahaya Terang Bumi Lestari).

Berita Terkait:  Wisatawan Asal Inggris Ditemukan Tewas Mengapung di Perairan Pantai Nyang-Nyang

Saat ini, kata Suwirta fokus pengolahan sampah di TOSS Center ada dua macam, yaitu organik dan anorganik. Sampah organik akan diolah menjadi pupuk kompos, sementara anorganiknya akan dipilah lagi dan residunya ditangani oleh PT CTBL untuk diolah menjadi solid recovered fuel (SRF).

“Apa yang kita lakukan saat ini, bagi saya merupakan suatu legasi untuk menuntaskan permasalahan sampah dengan inovasi di dalamnya,” imbuhnya.

Bupati Suwirta menuturkan mengenai sejarah berdirinya TOSS Center dan perkembangannya sampai saat ini.

Ia berpesan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Pemkab Klungkung agar TOSS Center dengan beberapa konsep yang belum terwujud supaya dapat segera dilengkapi.

“Ke depan supaya membuatkan kajian agar cairan lindi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Klungkung,” pintanya.

Sedangkan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Pemkab Klungkung I Ketut Suadnyana dalam laporannya menyampaikan kegiatan peresmian ini merupakan lanjutan dari Program Inovasi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) milik Pemkab Klungkung tahap ke-III yang bersumber dari dana DED.

“Dalam Kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan kendaraan roda 3 kepada Desa Aan dan Timuhun, pemberian sembako secara simbolis dari CSR Indonesia Power, Koperasi Gema Nadhi Lestari dan DPD APSI Bali Nusra kepada pemilah sampah, penyuluh, dan Satgas. Salam Gema Santi,” papar Suadnyana.

Berita Terkait:  Musorprov KONI Bali 2026: Koster Tegaskan Era Baru Pembinaan Atlet Berbasis Sistem

Tentang penggunaan anggaran DID, Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung Dr Lapatawe B Hamka, S.H, M.H, yang hadir saat acara peresmian mengatakan pihaknya wajib melakukan pengawasan dan pendampingan bagi proyek-proyek yang bernilai strategis.

”Diminta atau tidak diminta oleh pemerintah daerah, setiap penggunaan anggaran pada proyek-proyek strategis Kejaksaan wajib melakukan pendampingan,” jelasnya.

Kajari asal Makassar Sulawesi Selatan ini menyatakan nilai proyeknya minimal Rp1 miliar. Tujuannya lanjut Hamka, sejak perencanaan hingga selesainya proyek dapat dilaksanakan dengan baik. Pihaknya mengaku turun memantau proyek gedung C TOSS Center setiap minggu bersama Dinas Lingkungan Hidup.

”Kami harus memastikan kontraktor dapat bekerja dengan baik dan menyelesaikan pekerjaan proyek tepat waktu, untuk mencegah tidak terjadinya penyelewengan penggunaan anggaran,” tandasnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) Bali-Nusra Putu Ivan Yunatana yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan, bahwa selama masa uji coba mesin pengolah residu yang merupakan karya anak bangsa di TOSS Center itu, telah berhasil mengolah sampah residu sebanyak 470 ton. Dari 470 ton residu itu, dapat menghasilkan kurang lebih 47 ton energi baru terbarukan (EBT) dalam bentuk Refuse Delivered Fuel (RDF).

“Sehingga sampah residu sebanyak itu tidak dibuang ke TPA Sente,” ucap Ivan Yunatana.

Untuk diketahui, TOSS Center sendiri mampu mengolah pasokan sampah 25 truk per hari. Baik yang dikerjakan dengan cara manual maupun yang dipilah dan dioalah oleh mesin.

Berita Terkait:  Ariel Suardana: Laporan Tarip sebagai Pengalihan Isu dan Upaya Kriminalisasi Advokat

Hasilnya, sampah organik dijadikan pupuk kompos yang kemudian dibagikan gratis kepada petani dan warga yang membutuhkan. Sedangkan sampah botol dan plastik dikirim ke pusat daur ulang sampah. Sehingga dipastikan terjadi ekonomi sirkular.

Sampah multilayer atau yang tak dapat diolah lagi selanjutnya diproses menjadi RDF (refuse derived fuel). Yaitu briket sebagai pengganti bahan bakar atau campuran bahan bakar batu bara yang dibutuhkan pihak industri bahkan untuk pembangkit listrik.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Suwirta juga mengajak undangan untuk makan bakso bersama, yang standnya berada di sebelah pintu gedung tempat olah sampah yang baru saja diresmikan. Tampak rombong bakso bertuliskan ‘Bakso Ayam’ itu, dipadati undangan yang sedang memesan bakso. Para undangan lain juga tampak lahap menikmati bakso ayam yang berada di tempat olah sampah yang bersih dan tidak ada bau sampah sama sekali itu.

Peresmian pengembangan TOSS Center dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung, Dr Lapatawe B Hamka, S.H, M.H, Direktur PT. CTBL yang juga Ketua APSI Bali Nusra Putu Ivan Yunatana, Direktur Bali Waste Cycle (BWC) Olivia Anastasia Padang, serta pihak Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI