Foto: Media gathering LSPR Bali diisi dengan kursus singkat,” Photo Journalism” bersama narasumber Andyna Sari, M.Ikom, di Atlas Beach Fest, Banjar Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Jumat (5/1/2023). (Sumber: Ngurah Dibia)
Badung | barometerbali – Sebagai wujud penguatan kolaborasi dan sinergitas jurnalis, LSPR Institute of Communication & Business Bali memulai tahun 2024 dengan menyelenggarakan “Media Gathering dan Journalism Short Courses”, di Atlas Beach Fest, Banjar Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Jumat (5/1/2023).
Acara ini sebagai bentuk apresiasi LSPR Bali kepada media yang selama ini telah memberikan kontribusi serta dukungan di setiap program dan kegiatan LSPR Institute melalui pemberitaan yang positif dan berkesinambungan sepanjang tahun 2023.
Apresiasi itu disampaikan oleh Ms. Gesille Sedra Buot, MBA selaku Executive Director LSPR Bali pada kegiatan Media Gathering dan Journalism Short Courses 2024 yang terselenggara di Atlas Beach Fest dengan antusiasme partisipan mencapai 40 orang media yang berasal dari berbagai kalangan di Bali.
“LSPR Institute ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh mitra media di Bali atas dukungan tanpa henti yang selama ini menjadi pendorong utama kesuksesan setiap acara dan program yang kami selenggarakan,” ucap Gesille.
Kegiatan ini imbuhnya, merupakan bentuk komitmen LSPR dalam menjalin hubungan yang baik, dan memberikan manfaat nyata melalui program-program pelatihan yang berlanjut untuk media.
Kami yakin bahwa kerja sama yang telah terjalin akan terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi dunia media di Bali”, harap Gesille didampingi A A Istri Putri Dwijayanti, M.I.Kom (Gek Putri) selaku Marketing and Public Relations Manager LSPR Bali.
Gek Putri menambahkan kegiatan ini memiliki rangkaian acara yang sangat menarik dan bermanfaat, mulai dari media tour di seluruh lokasi Atlas, quiz seru serta spesial exclusive doorprize untuk media, LSPR Bali juga memberikan program pelatihan sesi terakhir dengan tema “Photo Journalism” yang dirancang khusus untuk menghadapi tantangan baru di dunia jurnalisme modern.
Peserta tidak hanya dibekali dengan teori tentang teknik foto jurnalistik, memahami peran foto dalam berita untuk membentuk opini publik, namun peserta juga mendapatkan kesempatan untuk praktek langsung mengambil gambar dari sebuah momen yang dapat menyampaikan narasi dengan kekuatan visual,” ungkap Gek Putri.
Andyna Sari, M.Ikom selaku narasumber menyatakan dalam era informasi yang cepat dan canggih, media tidak harus menggunakan sebuah peralatan kamera yang mahal untuk mengabadikan suatu peristiwa yang akan diberitakan, karena hal yang paling diperlukan adalah visualisasi yang cermat dalam mengambil sebuah karya foto yang dapat menciptakan cerita yang unik.
“Sehingga dapat menjadi dampak yang mendalam pada ikatan emosional antara pembaca dan cerita pada gambar yang ingin disampaikan, dengan tujuan untuk pembentukan opini, serta perubahan sosial,” kata Andyna.

Ia menjelaskan kursus singkat ini sebagai wadah bagi berbagai inisiatif kolaboratif, baik dalam hal pengembangan berita, produksi konten, berbagi gagasan, dan meningkatkan keterlibatan dalam rangka menciptakan lingkungan yang dinamis di dunia pers.
“Event ini memberikan peluang untuk mendiskusikan isu-isu terkini yang relevan sehingga dapat dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan industri media di Bali,” pungkas Andyna.
Salah satu peserta acara Karnila Satyadewi dari media iNews mengucapkan terima kasih kepada LSPR sudah selalu mendukung perkembangan dan kemajuan media di Bali.
“Semoga kegiatan dan program ini dapat reguler diadakan setiap tahun karena sangat bermanfaat dalam mengembangkan nilai diri, kemampuan dan kepercayaan diri dari para jurnalis, sukses dan jaya selalu untuk LSPR,” tandas Dewi, panggilan akrabnya.

Demikian pula content creator dari media online wacanabali.com, Sri Agustin yang memenangkan lomba foto bercerita dalam kursus singkat tersebut merasa senang turut serta untuk pertama kalinya dalam kegiatan ini.
“Judul foto saya, ‘Dua Dunia’ yang menggambarkan disparitas, dua sisi kehidupan yang berbeda atau kontras. Saya ambil foto pake kamera hape saya di mana saat itu ada momen menarik antara wisatawan laki bertelanjang dada yang berendam sembari menunggu sunset di pinggir long pool Atlas Beach Fest. Nah pada saat bersamaan di depannya ada nenek yang melintas di pantai membawa dagangannya mengenakan pakaian tradisional khas Bali, kemben sederhana. Ini mencirikan masyarakat yang terpinggirkan oleh gemerlap lifestyle dunia moderen. Waah…apalagi hadiahnya keren banget dapat voucher daybed Atlas. Terima kasih LSPR Bali dan Atlas,” tandas Sri Agustin girang. (213)
Editor: Ngurah Dibia











