Foto: Puluhan bendera PDIP tertancap di sepanjang persawahan Sempidi atau samping Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung disebutkan inisiatif petani sekitar. (Sumber: BB/Julio)
Badung | barometerbali – Pemandangan menarik terlihat di sepanjang persawahan Sempidi. Puluhan bendera merah mencolok bergambar banteng bertuliskan PDIP tertancap kuat di areal persawahan samping Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Kamis (18/1/2024).
Dikonfirmasi terkait hal itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Putu Parwata mengatakan pemasangan bendera di merupakan inisiatif petani sekitar. Pihaknya tidak terlibat dalam pemasangan tersebut.
“Itu gerakan spontanitas masyarakat petani yang cinta akan perjuangan PDIP yang berpihak pada wong cilik dan berpihak pada petani. Mereka sangat cinta PDIP karena mereka yakin PDIP pasti memperjuangkan nasib petani,” kilah Putu Parwata saat dihubungi barometerbali.com via WhatsApp, Rabu (17/1/24).
“Itulah simbol pergerakan mereka. Sehingga mereka mau semangat menanamkan atau menancapkan bendera PDIP di lahan pertanian mereka sebagai bentuk cinta dan keyakinan untuk menyejahterakan petani,” tambahnya.
Dirinya pun menyebutkan bahwa pihaknya sama sekali tidak terlibat dalam pemasangan tersebut. Semua pemasangan itu dilakukan oleh petani sekitar Sempidi.
“Pemasangan itu murni dari masyarakat, tanpa keterlibatan kita,” tegasnya.
Putu Parwata yang menjabat sebagai Ketua DPRD Badung pun mengaku bahwa memang sebelumnya petani yang ada di Sempidi sempat berkoordinasi dengan partainya. Namun koordinasi itu hanya untuk meminta bendera.
“Mereka (petani) yang meminta bendera ke partai, terhadap pemasangan kita serahkan kepada yang bersangkutan,” pungkasnya.
Sementara salah seorang petani di Sempidi mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui pemasangan tersebut. Namun ia merasa tidak keberatan sebab baginya partai PDIP sangat dekat dengan masyarakat.
“Saya tidak tahu dan saya tidak ikut pasang. Tapi gak apa-apa karena yang saya tau hanya partai ini yang dekat dengan masyarakat,” tandas Darmo salah seorang petani di daerah Sempidi saat diwawancarai di area sawah Sempidi, Rabu (17/1/24).











