Prof Rai Utama Sebut Pariwisata Bali Kehilangan Idealisme

Foto: Pengamat Pariwisata sekaligus Rektor Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE, MMA, MA, CIRR saat acara pengukuhan sebagai Guru Besar Tetap Undhira Bali. (Sumber: BB/Dok pribadi)

Denpasar | barometerbali – Sebagai daerah destinasi pariwisata internasional yang banyak meraup gemerincing dolar, ternyata di balik gemerlapnya itu, Bali memiliki sejuta catatan dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Menyoroti hal tersebut, Pengamat Pariwisata Prof I Gusti Bagus Rai Utama menilai, Pariwisata Bali kini berada di ambang idealisme yang mengkhawatirkan.

Berita Terkait:  11 Pantai Teraman di Bali untuk Anak dan Orang Tua, Liburan Seru dan Anti Waswas!

“Industri pariwisata di Bali sebagai andalan pariwisata pulau ini nyatanya telah kehilangan idealismenya. Ketika kapitalisme menguasai pulau ini, ketika kreatifitas seni berfokus pada keuntungan, ketika masyarakat Bali tidak lagi merasa hidup dan tinggal di Bali, momen inilah yang sebenarnya terjadi ketika idealisme pembangunan hilang,” beber Prof Rai yang juga Rektor Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali ini, Sabtu (13/4/24).

Kondisi ini baginya adalah persoalan serius yang harus dipikirkan bagi calon pemimpin Bali ke depan. Mengingat, sebentar lagi Bali akan menghadapi perhelatan demokrasi untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Berita Terkait:  Diterapkannya Tarif Baru bagi 4 Objek Wisata Ini di Badung Per Januari 2026, Berikut Rinciannya

“Belum lagi ketika karyawan bekerja di hotel-hotel standar internasional, namun harus puas dengan gaji lokal, ketika pengrajin harus bekerja sebagai buruh dan bukan lagi sebagai seniman, ketika pematung dan pelukis tidak memiliki inspirasi dalam jiwanya,” tandas Guru Besar Manajemen Bisnis Pariwisata ini.

Pihaknya berharap, kendati pariwisata Bali memiliki peranan yang penting. Sektor lainnya juga harus mulai dikedepankan termasuk sektor pertanian.

“Tidak seorangpun dapat menyangkal bahwa pariwisata Bali telah menjadi lokomotif pembangunan beberapa tahun terakhir ini. Namun, lokomotif itu sebaiknya tetaplah menjadi lokomotif dan harus dapat dikendalikan agar tetap pada jalur idealisme yang sesungguhnya bagi pembangunan Bali,” pungkasnya.

Berita Terkait:  Kuasa Hukum Terdakwa Togar Situmorang Keberatan atas Saksi Ahli Etik JPU dalam Sidang Penipuan dan Penggelapan

Kendati demikian, wisatawan nusantara dan mancanegara masih memilih Bali sebagai tempat wisata untuk dikunjungi salah satunya karena seni budaya dan alamnya. Laman resmi Kementerian Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), melaporkan Bali masuk dalam jajaran sepuluh destinasi populer dunia versi TripAdvisor pada tahun 2023. (213)

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI