Foto: Penggiat Anti-Korupsi yang juga Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI) Baihaki Akbar saat ditemui wartawan, Jumat (19/4/2024). (Sumber: BB/215/Redho).
Surabaya| barometerbali – Ketidakhadiran Bupati Sidoarjo untuk memenuhi panggilan pemeriksaan oleh KPK dengan status sebagai tersangka dugaan korupsi pemotongan dana insentif, membuat para aktivis Penggiat Anti-Korupsi geram
Salah satu penggiat Anti-Korupsi yang juga Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI) Baihaki Akbar geram dan miris setelah mendengar Bupati Sidoarjo yang sudah di tetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pemotongan insentif, tidak menghadiri panggilan pemeriksaan oleh KPK dengan alasan sakit.
“Kepada KPK untuk segera memanggil ulang Bupati Sidoarjo demi tegaknya hukum di bidang pemberantasan korupsi di Indonesia. Kami Aliansi Madura Indonesia (AMI) akan terus mengawal, mengawasi dan menyikapi kasus korupsi pemotongan insentif yang terjadi di Sidoarjo dengan melibatkan Bupati Sidoarjo, sampai tuntas keakar-akarnya,” pungkas Baihaki di Surabaya, Jumat (19/4/2024).
Reporter: Redho
Editor: Ngurah Dibia











