Ket foto: Rektor Primakara University, I Made Artana, S.Kom., M.M, seusai kuliah umum dengan narasumber Wayan Koster bertajuk Gen-Z penerus Masa Depan Bali, di kampus setempat, Selasa (28/5/2024) (Sumber: BB/Rian)
Denpasar | barometerbali -Rektor Universitas Primakara, I Made Artana, S.Kom., M.M, mengusulkan perlu adanya kawasan digital di Bali. Agar potensi digitalnya termanfaatkan dengan baik. Kekuatan Bali ialah art and culture, itu menurutnya harus dikawinkan dengan teknologi untuk mendampingi pariwisata Bali.
Hasil perkawinan itu bisa menjadi produk yang dinikmati secara global. Ia juga berharap pembangunan Pusat Kesenian Bali (PKB) yang digagas Wayan Koster saat menjabat Gubernur Bali periode 2018-2023, nantinya dapat dikembangkan sebagai kawasan digital di Bali.
“Yang kami perjuangkan di Primakara adalah sebetulnya harus ada satu kawasan digital di Bali. Agar potensi digitalnya termanfaatkan dengan baik. Kalau nggak sayang. Disisi lain kan kita di Bali ini sedang mencari industri lain seperti apa yang bisa dikembangkan untuk mendampingi pariwisata. Salah satunya ialah industri digital,” ungkap Artana kepada barometerbali.com, usai kuliah umum oleh Gubernur Bali 2018-2023 Wayan Koster, Selasa (28/5/2024).
Ia menambahkan, jika mau hidupkan industri maka perlu adanya pendekatan ekosistemnya. Hal yang dilakukan oleh Primakara ialah tidak hanya mempersiapkan SDM tetapi justru membantu pemerintah dalam mempersiapkan ekosistem ekonomi kreatif digital.
“Meminta pemerintah agar membuatkan regulasi yang mendukung. Kemudian kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya untuk menghasilkan SDM yang sesuai. Menyiapkan akses pasar. Akses pendanaan. Termasuk menyiapkan komunitasnya. Ekosistem ini harus dibentuk dulu. Ia pun berharap Pusat Kebudayaan Bali (PKB) ke depan bisa dikembangkan sebagai kawasan digitalnya Bali,” harap Artana.
Ia juga menyampaikan kewirausahaan inovatif juga sudah dikembangkan oleh Primakara salah satunya yaitu Pandora Entertainment. Kewirausahaan inovatif tidak melulu berbasis teknologi atau prodak teknologi. Tetapi juga produk-produk yang biasa, yang kemudian ke depan akan dikemas dan dikelola berdasarkan kearifan lokal.
“Kita membangun pandora entertaiment di kampus. Primakara ini bercita-cita mau membantu daerah (Bali) ini mengembangkan industri kreatif digital. Kalau kita saja belum mampu menjalankan itu nantinya dibilang kita teoritis. Nah kita membangun ini biar lebih mudah kita membangun di masyarakat. Kalau ada yang mau mengembangkan industri games kita bantu dengan riil. Yang diangkat di pandora entertainment ini yaitu tadi ya kekuatan kita di Bali ialah art and culture harus kita kawinkan dengan teknologi,” jelasnya.
Salah satu games yang sedang dikembangkan Primakara ialah games bertema “Leak”. Narasinya diambil dari lokal yang ber-genre horor. Dengan perkawinan antara art and culture dengan teknologi akan menjadi produk yang dinikmati secara global. Tidak hanya games tetapi animasi ber-genre Bali dan film ber-genre Bali.
“Nah di sisi lain ini, Pak Koster itu juga ingin memahami lebih dalam, terkait dengan Gen-Z ini,” tandas Made Artana.
Reporter: Rian Ngari
Editor: Ngurah Dibia











