Pengusaha Jahit Membandel Setel Musik Keras Keras, Teguran Polisi dan Linmas Diabaikan

Foto: Satpol PP Denpasar menyambangi pengusaha jahit sebelumnya mengabaikan teguran Linmas dan polisi terkait suara kebisingan ditimbulkannya di Jalan Siulan Gang Sekarsari No.6, di Banjar Buaji, Penatih Dangin Puri, Denpasar Timur, Senin (24/6/2024). (Sumber: BB/213)

Denpasar | barometerbali – Petugas Satpol PP Kota Denpasar, Senin (24 Juni 2024) mendatangi usaha jahit di Jalan Siulan Gang Sekarsari No.6, di Banjar Buaji, Penatih Dangin Puri, Denpasar Timur (Dentim) untuk menindaklanjuti laporan warga setempat, karena menimbulkan suara gaduh lantaran membunyikan perangkat pemutar suara (tape recorder) keras-keras.

Menariknya saat petugas Satpol PP datang, musik langsung dimatikan, namun begitu Satpol PP pergi musik kembali menggema.

Pantauan wartawan di lapangan bahwa enam aparat Satpol PP Kota Denpasar memeriksa lokasi jahit tersebut, lalu melayangkan surat panggilan ke pemilik usaha jahit yakni Nosha Secta Yoanita asal Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk dimintai klarifikasi di Kantor Satpol PP Denpasar. Petugas juga memanggil pelapor untuk dilakukan cek silang, termasuk memperlihatkan bukti-bukti foto dan video saat kejadian. Petugas juga berjanji bakal menangani kasus ini dengan baik.

Berita Terkait:  Gubernur Bali dan Gubernur NTT Sepakat Perkuat Peran Pemerintah Mendata, Membina dan Edukasi Warga Sebelum Migrasi

Menurut warga setempat yakni Ibu Ningsih, pengusaha jahit ini pernah diingatkan warga agar tidak menyetel musik keras-keras dan mengganggu tetangga, namun tidak digubris. Saran warga tersebut diabaikannya, bahkan suara musik semakin keras di tengah warga mencari ketenangan di rumah masing-masing. Tetangga usaha jahit itu mengaku terusik gara-gara si pengusaha menyetel musik keras sejak pagi hingga malam serta bekerja hingga larut. Kondisi ini tentu saja mengganggu para tetangga di sekitarnya yang tengah istirahat.

Tak ingin terus terganggu, warga lalu melapor ke Kepala Dusun Buaji dan petugas Babhinkamtibmas pada Jumat tanggal 10 Mei 2024 supaya ikut menegur pengusaha yang membandel lantaran menimbulkan kegaduhan di tengah permukiman warga. Pada Sabtu tanggal 11 Juni 2024 malam, petugas Linmas kemudian mendatangi usaha jahit milik Nosha tersebut untuk memperingatkannya supaya jangan mengganggu tetangga karena bekerja hingga larut malam. Pengusaha itu juga diingatkan supaya mengecilkan volume tape. Saat itu si pengusaha memang menyanggupinya, namun keesokan harinya lagi-lagi terdengar musik dari pagi hingga malam. Bahkan kian hari kian menjadi-jadi hingga Senin kemarin. Bahkan suara musiknya semakin keras.

Berita Terkait:  Kesepakatan Damai Pasca Pembakaran Kapal, Nelayan Ngemplakrejo Dilarang Gunakan Trawl dan Bondet

Laporan warga ini juga ditindaklanjuti oleh petugas Babinkamtibmas untuk mengecek situasi di lokasi usaha jahit tersebut. Petugas Babinkamtibmas juga mengingatkan si pengusaha agar jangan sampai menimbulkan suara musik dan bernyanyi keras-keras, karena mengganggu lingkungan. Bahkan petugas Babhinkamtibmas tersebut mengirim foto ke wartawan saat dia berada di tempat kerja para penjahit.

Berita Terkait:  Pidato Koster dan Pesan Penting di Hari Bulan Bahasa Bali

Tak sampai beberapa hari, pada 12 Mei 2024 hingga 24 Juni 2024 suara musik dari usaha jahit itu sempat muncul lagi hingga petugas Satpol PP datang. Pengusaha jahit tetap mengabaikan peringatan petugas Linmas maupun Babinkamtibmas. Menurut warga imbauan petugas Linmas dan Babinkamtibmas dianggap sebagai angin lalu dan bagaikan macan ompong saja. Pengusaha tetap membandel dengan menyetel musik dari pukul 09.00 hingga pukul 22.00, bahkan sampai pukul 24.00. Mereka juga bekerja hingga larut malam sehingga menimbulkan suara berisik di saat warga istirahat. Hal ini jelas sangat mengganggu, keluh warga setempat (213)

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI